Tempe dan Tahu Menghilang di Pasar Tradisional

Tempe dan Tahu Menghilang di Pasar Tradisional

Fatichatun Nadhiroh - detikNews
Senin, 09 Sep 2013 08:39 WIB
Tempe dan Tahu Menghilang di Pasar Tradisional
Pedagang tidak berjualan tempe/Foto: Imam Ghazali
Surabaya - Aksi pengrajin tahu dan tempe untuk tidak berproduksi hari ini hingga 3 hari ke depan karena harga kedelai mahal, terbukti. Seperti dikomando, beberapa pasar tidak terlihat penjual tempe dan tahu berjejer seperti hari-hari biasa.

Seperti di Pasar Sepanjang Sidoarjo. Pedagang tahu dan tempe nyaris tidak terlihat. Sebagian pedagang mengaku tidak berjualan lantaran tidak mendapat kiriman dari pengrajin tempe dan tahu.

"Tidak dapat kiriman dari pembuat tempe dan tahu, jadi ya tidak jualan. Kemarin kan sudah ada pemberitahuan tidak ada yang jual tempe karena mogok 3 hari," kata seorang pedagang tempe asal Desa Bohar, Sutris (37) kepada detikcom di lokasi dagangannya, Senin (9/9/2013).

Sutris mengaku, sekitar pukul 03.00 WIB seorang pedagang tempe membawa dagangannya ke pasar. Dalam kurun waktu 5 menit langsung diborong pembeli.

"Tadi pagi jam 03.00 WIB ada yang bawa tempe ke pasar, tapi langsung ludes dibeli dalam 5 menit," tambahnya.

Sementara kondisi sama terjadi di Pasar Wiyung Surabaya. Tak ada satu pun penjual tempe dan tahu di lapak-lapak. Padahal biasanya para penjual sudah rapi berjejer memajang tempe dan tahunya.

(fat/fat)
Berita Terkait