"Ibu kos, bu Sri Utami, curiga karena korban tak keluar kamar sejak tadi malam. Biasanya korban sering keluar masuk kos," kata Dwi Purnomo kepada wartawan di lokasi kejadian, Minggu (8/9/2013).
Wakil Ketua Lembaga Ketahanan Masyarakat Kelurahan (LKMK) Kedurus itu menambahkan. Utami lantas menyuruh suaminya, Ahmad Dahlan, memeriksa kamar Margaretha yang ada di lantai 2. Dibantu Dwi dan seorang tetangga lain, Ahmad Dahlan membuka pintu kamar yang ternyata tidak terkunci.
Betapa kagetnya mereka melihat Margaretha sudah tergeletak kaku di lantai kamar. Separuh tubuhnya berselimutkan bed cover. Perempuan 45 tahun itu tergeletak di antara ceceran darah di sekitar tubuhnya. Ada luka di belakang kepala Margaretha.
"Di mulutnya ada kain yang diudga digunakan untuk membungkam korban," lanjut Dwi.
Dwi lantas melapor ke Polsek Karang Pilang. Menurut keterangan Dwi, perempuan asal NTB itu masih terlihat tadi malam. bahkan Margaretha sempat membeli jajanan di warung milik Dwi.
"Korban baru sebulan kos di sini," ujar Dwi.
Margaretha sendiri tinggal bersama suaminya, Filipus Patikali yang berprofesi sebagai sopir. Namun saat jenazah Margaretha di temukan, batang hidung Filipus tidak kelihatan. Polisi sendiri masih terus menyelidiki kasus ini.
"Diduga pelakunya adalah suaminya," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Farman.
(iwd/iwd)










































