"Kami baru tahu sekitar pukul 6 pagi. Sahabat-sahabat bangun dan melihat dua motor sudah hilang," ujar Ahmad Zairuddin, Ketua Umum PC PMII Surabaya, Sabtu (7/9/2013).
Sebelum kejadian, aktivis PMII Surabaya menggelar diskusi tentang politik kartel Oligarki di sekretariat di Jalan Darmokali, Wonokromo. Diskusi tersebut berjalan hingga larut malam.
Sebanyak 7 aktivis tersebut akhirnya lelah dan tidur sekitar pukul 04.30 wib. Mereka meninggalkan dua kunci motor di atas meja ruang tamu tempat diskusi, serta 2 handphone dan 2 blackberry yang tergeletak di dekat mereka yang terlelap tidur.
betapa terkejutnya mereka saat bangun tiur, karena dua sepeda motor yang diparkir di halaman yakni Honda Vario warna putih silver nopol DK 5602 CA milik Ahmad Zairuddin, yang juga Ketua Umum PC PMII Surabaya dan motor Vario warna merah nopol AG 3370 ST milik Hasan Musri, sekretaris PC PMII Surabaya sudah tidak ada.
Pelaku diperkirakan mudah beraksi, karena pintu pagar hanya ditutup biasa tanpa digembok.
"Saya sangat menyesalkan kejadian ini. Semoga semua pihak, masyarakat dan pihak aparat kepolisian bisa bekerja sama dengan baik dan bisa membantu proses pencarian ini," tuturnya.
Setelah kejadian itu, mereka mengecek tidak ada aktivis yang meninggalkan sekretariat dan masih lengkap 7 orang. Mereka kemudian melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Wonokromo sekitar pukul 07.00 wib.
Sementara itu, Kapolsek Wonokromo AKP Roman Smaradhan Elhaj membenarkan kejadian tersebut. "Memang pintu rumah tidak terkunci," katanya.
Dengan kondisi pintu tidak terkunci, pihaknya masih belum bisa memastikan, apakah ada dugaan keterlibatan orang dalam atau bukan.
"Kemungkinan itu bisa saja terjadi bisa tidak. Sekarang kita masih selidiki dan dalami kasus ini," tandasnya.
(bdh/bdh)











































