Musim Kemarau, 9 Waduk Besar di Jatim Volumenya Menurun

- detikNews
Kamis, 05 Sep 2013 12:42 WIB
Waduk Pondok Ngawi/File detiktravel
Surabaya - 9 Waduk besar di Jawa Timur saat musim kemarau, volumenya mengalami penurunan hingga tersisa sekitar 45 persen. Kondisi itu diperkirakan masih bisa memenuhi pasokan air untuk tanaman hingga November 2013.

"Kondisi di waduk-waduk besar masih ada sekitar 45 persenan. Kondisi ini lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu," ujar Soenoko, Kabid Operasi dan Pemeliharaan Dinas PU Pengairan Jawa Timur, Kamis (5/9/2013).

Ke-9 waduk besar di Jatim yakni, Sutami di Karangkates. Dari kondisi normal sebanyak 190 juta meterkubik, sekarang tersisa sekitar 99 juta. Waduk Wlingi Blitar tidak ada penyusutan dan masih ada 1,28 juta meter kubik. "Karena waduk ini waduk harian," tuturnya.

Waduk Wonorejo Tulungagung, dari kondisi normal sebanyak 105 juta meter kubik, sekarang tersisa 85 juta. Waduk Selorejo Kediri, dari kondisi normal sebanyak 39 juta meter kubik, sekarang tersisa sekitar 23 juta. Waduk Bening Nganjuk, dari kondisi normal 23 juta meter kubik, sekarang tersisa 14 juta meter kubik.

Waduk Pondok Ngawi, dari kondisi normal sebanyak 23 juta meter kubik, sekarang tersisa 18 juta meter kubik. Waduk Pacal Bojonegoro, dari kondisi normal 23 juta meter kubik tersisa 8 juta meter kubik.

Waduk Gondang Lamongan, dari kondisi normal sebanyak 21 juta meter kubik sekarang tersisa 18 juta meter kubik. Waduk Prijetan Lamongan kondisi normal 9,45 juta meter kubik, sekarang tersisa 5,7 meter kubik.

"Kondisi ini sudah sesuai perencanaan dan masih aman untuk pengairan ke sawah. Untuk mengatasi kekeringan, pola tanam tanaman harus diatur. Kalau sudah panen padi, maka jangan memaksakan lagi untuk menanam padi. Kalau tanam padi, ya nggak cukup. Karena airnya misalnya cukup untuk palawajia," tandasnya.


(roi/fat)