Dilanda Kekeringan, Warga Harus Berbagi Air dengan Hewan Piaraan

Dilanda Kekeringan, Warga Harus Berbagi Air dengan Hewan Piaraan

Ghazali Dasuqi - detikNews
Rabu, 04 Sep 2013 11:33 WIB
Dilanda Kekeringan, Warga Harus Berbagi Air dengan Hewan Piaraan
Sumur darurat buatan warga/Ghazali D
Situbondo - Kekeringan yang terus meluas membuat warga di sejumlah desa di Kabupaten Situbondo mulai krisis air bersih. Saking sulitnya air, warga di Dusun Telaga dan Dusun Mindi, Desa Curahtatal, Kecamatan Arjasa, terpaksa rela berbagi air dengan hewan ternak piaraannya, baik sapi maupun kambing.

Warga dua dusun itu juga harus membuat sumur darurat untuk mendapatkan air. Sumur menyerupai kubangan itu sengaja dibuat warga di aliran sungai setempat yang debitnya terus berkurang akibat kemarau. Dengan kubangan itu warga menganggap lebih mudah mendapatkan air dari sungai tersebut.

"Warga terpaksa mengambil air di sungai, karena sekarang sumber air kering. Lebih-lebih tandon air yang ada sudah banyak yang rusak," kata Arifandi, seorang warga Dusun Telaga, Rabu (4/9/2013).

Praktis, kondisi air sungai yang diambil warga itu jauh dari layak dikonsumsi. Selain kotor, di bagian hulu sungai warga juga memanfaatkan air sungai itu untuk memandikan ternak dan MCK. Tak heran, warga dua dusun itu harus mengendapkannya lebih dulu sebelum dikonsumsi, baik untuk diminum dan memasak. Warga juga harus menyisihkan sebagian air yang diambil untuk minum ternaknya.

Jarak sungai tempat warga mengambil air itu lokasinya juga cukup jauh sekitar 2 km, dengan kondisi jalan naik turun. Sebagian warga menggunakan sepeda motor untuk mengambil air dengan jerigen. Namun, bagi warga yang tidak memiliki kendaraan terpaksa harus berjalan kaki sambil membawa ember atau timba.

"Setiap hari ya begini, harus mengambil air ke sungai. Kalau punya sepeda motor masih enak, tidak terlalu susah. Kami minta pemerintah segera turun tangan," pinta Tolak (34), warga lainnya.

Ironisnya, beberapa tahun terakhir, sejumlah tandon air bersih yang disiapkan tidak bisa berfungsi karena tidak adanya perawatan. Pipa yang mengalirkan air bersih dari sumber mata air Taman Arum ke tandon-tandon air dekat pemukiman warga rusak setelah terlindas kendaraan bermotor.

Namun hingga kini tidak kunjung ada perbaikan. Sehingga tandon air sudah banyak beralih fungsi. Sebagian warga memanfaatkan tandon 'mampet' untuk menyimpan kayu bakar dan olahan. MCK yang disiapkan pun juga tidak terawat dan banyak ditumbuhi tanaman liar.

"Warga cuma sebentar menikmati tandon air ini, hanya sekitar setengah tahun. Setelah itu pipa paralonnya rusak, jadi airnya tidak mengalir lagi. Makanya warga mengambil air di sungai," papar Nur Hasanah, warga lainnya.

Kepala Pelaksana BPBD Situbondo, Zainul Arifin mengatakan, dari hasil pendataan saat ini diketahui terdapat 40 titik yang dilanda kekeringan akibat musim kemarau. Banyaknya lokasi kekeringan itu tersebar di 28 dusun dalam 15 Desa di 9 Kecamatan se Kabupaten Situbondo. Pihaknya akan segera mengambil langkah untuk membantu warga yang mengalami krisis air bersih.

"Kami akan segera mengirim tandon untuk menyuplai air bersih. Pokoknya dalam waktu cepat ini," tegas Zainul Arifin kepada detikcom. (fat/fat)
Berita Terkait