Hambatan ini membuat antrean di loket pengambilan uang. Menurut Kepala Kantor Pos Kebon Rojo Nur Hakim, hal ini lumrah terjadi karena sistem penerimaan BLSM yang dilakukan serentak di seluruh wilayah Indonesia. Potensi error cukup tinggi karena pengecekan data yang melingkupi seluruh Indonesia.
"Ini sering, tapi nggak papa karena error ini biasanya cepat teratasi dan tidak lama" kata Nur Hakim kepada detikcom, Selasa (3/9/2013).
Dari pantauan detikcom, terganggunya sistem komputerisasi ini sempat mengakibatkan penumpukan warga di loket bagian pengambilan uang. Selain itu, petugas yang bertugas melayani di bagian loket pun hanya dua petugas saja.
Hari ini memang merupakan hari kedua penerimaan BLSM tahap dua yang dijanjikan pemerintah. Warga yang datang merupakan warga kecamatan Tambak Sari yang total warga penerima BLSM nya mencapai 5.603 orang. Dengan total 8 kelurahan di dalamnya.
Mereka datang dari pagi saat loket dibuka jam tujuh pagi. Karena banyaknya warga yang datang, membuat kursi yang disediakan panitia tidak mencukupi, hingga harus ditambah. Tak sedikit pula warga yang harus berdiri karena tak mendapatkan kursi.
Kebanyakan yang datang dari mereka adalah warga yang tua renta. Padahal pihak Kantor Pos memberi waktu hingga sepuluh hari ke depan untuk mengambil hak mereka tersebut.
(iwd/iwd)











































