Tim labfor datang ke lokasi sekitar pukul 15.00 WIB dan beberapa barang bukti sudah diamankan.
Diantaranya, batu batako, serpihan kaca dan batu-batu yang merusak mobil KPUD Probolinggo yang nyaris dibakar rusuh semalam. Barang-barang tersebut dimasukkan kardus dan selanjutnya dibawa mobil polisi. Sementara tim identifikasi dari Polres Probolinggo masih meneliti lokasi kerusuhan.
"Hasil olah TKP akan diproses di Polda Jatim, kita tunggu hasilnya saja," kata AKBP Ahmad Ansori kepada wartawan di lokasi, Sabtu (31/8/2013).
Dari pantauan lokasi puluhan polisi dan TNI masih mensterilkan lokasi pasca kerusuhan. Warga juga tampak antusias melihat lokasi dari dekat.
Sebelumnya, kerusuhan di Kota Probolinggo dipicu kecurigaan warga jika terjadi kecurangan pada pemilihan Walikota (Pilwali). Salah satu kecurigaan yakni adanya kotak suara yang tidak tersegel atau terbuka.
Warga pun beringas sekitar pukul 21.00 WIB, Jumat (29/8/2013). Pemilihan Walikota (Pilwali) Probolinggo yang digelar 29 Agustus kemarin diikuti oleh 4 pasangan calon. Mereka yakni pasangan Deras (Dewi Ratih-As'ad Anshari), Harus Pas (Rukmini Buchori-Suhadak), Zam-Zam (Zulkifli Chalik-Maksum Subani), Handalanku (Hadi Zainal Abidin-Kusnan).
(/)










































