"Saat menyaring sampah dengan saringan bambu, orok tersebut ikut terbawa," kata AKP Nafan saat dihubungi detikcom, Jumat (30/8/2013).
Kanit Reskrim Polsek Asemrowo itu mengatakan, pagi itu sejumlah petugas kebersihan dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya sedang membersihkan sampah di Sungai Asemrowo. Mereka mengambil sampah menggunakan saringan bambu.
Saat membuang sampah ke daratan, salah seorang petugas kebersihan bernama Suhartono (23) kaget melihat ada benda mirip bayi kecil ikut terbuang. Setelah diperhatikan, benda itu ternyata masih berbentuk orok dan belum sempurna sebagai seorang bayi.
"Orok berkelamin perempuan itu sudah berbau busuk dan dikerubungi belatung. Diduga sudah berada di sungai selama 2 hari. Orok itu kira-kira masih berumur 5-6 bulan," lanjut Nafan.
Penemuan orok yang diduga merupakan hasil aborsi itu langsung dilaporkan pria warga Sukomanunggal PJKA tersebut ke Polsek Asemrowo yang berada tak jauh dari lokasi. "Orok sudah kami evakuasi ke kamar mayat RSU dr. Soetomo," tandas Nafan.
(iwd/iwd)










































