Pelaku sempat menghantam kepala pria berusia 61 tahun itu dengan batu bata hingga terluka, sebelum menodongkan pistolnya. Saat bersamaan, istrinya Hj Erni Mulyana (56) berteriak-teriak minta tolong.
Teriakan sang istri baru berhenti, setelah kepalanya juga dikepruk beberapa kali oleh salah satu pelaku menggunakan batu bata hingga berdarah-darah. Hj Erni menderita luka parah di kepala bagian atas dan harus mendapat 9 jahitan.
Anak korban, Jefri (26) yang mencoba menolong kedua orang tuanya juga ambruk setelah punggungnya dipukul pentungan. Selain membawa kabur dompet berisi sejumlah uang, pelaku juga merampas gelang emas 15 gram dari tangan Hj Erni.
"Perampoknya tiga orang, tidak ada yang pakai topeng. Kepala saya terus dipukul bata sampai wajah saya penuh darah. Itu darahnya sampai berceceran di kasur dan lantai kamar sampai teras," kata Hj Erni Mulyana kepada detikcom, Jumat (23/8/2013).
Informasi yang dihimpun detikcom menyebutkan, aksi perampokan terjadi saat semua penghuni rumah tidur sekitar pukul 01.00 Wib. Pelaku berjumlah orang menerobos masuk lewat jendela samping. Mereka langsung menuju kamar tempat pasutri H Miaris dan Hj Erni tidur.
Tanpa basa-basi, seorang pelaku membangunkan H Miaris dengan memukulkan batu bata ke kepalanya hingga terluka. Begitu terbangun, Miaris langsung ditodong pistol.
Istrinya yang tidur di dekatnya ikut terbangun dan berteriak minta tolong.
Teriakan itu membuat seorang pelaku kalap dan mengeprukkan batu bata beberapa kali ke kepala Hj Erni. Mendengar teriakan ibunya, Jefri terbangun dan berusaha menolong namun juga tak berdaya setelah dihajar pelaku menggunakan pentungan. Setelah merampas gelang dan mengembat dompet, pelaku kabur lewat pintu samping rumah.
"Istri saya mandi darah. Saya sendiri tidak melawan karena perampoknya bawa pistol, dari pada makin celaka saya diam saja. Baru berani teriak rampok - maling setelah perampoknya pergi," tandas H Miaris.
Beberapa tetangga yang mendengar teriakan itu sempat berusaha mengejar pelaku. Namun, mereka langsung keder saat pelaku menodongkan pistolnya. Ketiga pelaku konon dengan santai menuju arah kebun belakang rumah korban, tempat sepeda motor mereka disembunyikan.
"Pelakunya bawa sepeda motor. Tapi waktu kabur itu hanya dua orang yang naik sepeda motor, satu pelaku hilang di kebun," tukas Totok, seorang warga.
Unit Identifikasi Polres Situbondo yang datang ke lokasi kejadian mendapati bercak darah korban berceceran dari tempat tidur, lantai kamar hingga ke teras. Polisi juga menemukan beberapa potongan batu bata yang digunakan pelaku memukuli korbannya. Sepasang sandal warna hitam yang diduga kuat milik salah seorang pelaku juga ditemukan di dalam rumah korban. Polisi masih menyelidiki kasus perampokan tersebut.
"Kami juga mengerahkan anggota di lapangan untuk melakukan pengejaran. Terkait pistol yang dibawa pelaku kami menduga itu pistol mainan. Kalau pistol sungguhan pelaku pasti menembak, paling tidak ke arah atas," tandas Kasatreskrim Polres Situbondo, AKP Sunarto di lokasi kejadian.
(fat/fat)











































