"Kejadiannya pukul 13.44 WIB," kata Dukut Imam Widodo saat dihubungi detikcom, Kamis (22/8/2013).
Assistant to Executive Vice President Director PT Smelting itu menjelaskan, peristiwa siang itu adalah kebocoran lelehan material yang keluar dari tanur atau tungku peleburan bagian bawah. Tanur itu sendiri berada di lantai IV.
Lelehan panas itu mengalir dari lantai IV ke lantai dasar. Di lantai dasar terdapat air dingin. Akibat bertemunya lelehan panas dan air dingin, maka terciptalah dentuman.
"Dentuman, bukan ledakan sebanyak 3-4 kali. Suaranya hanya terdengar di areal pabrik," lanjut Dukut.
Dukut yang juga sejarahwan ini menambahkan saat peristiwa itu diketahui, operasional pabrik segera dihentikan. Dalam waktu 5 menit, kebocoran tanur peleburan dapat diatasi. Dukut menerangkan, gas SO2 yang sempat membuat heboh warga awal Juli lalu sebenarnya juga keluar akibat peristiwa itu.
"Gas yang keluar hanya terpantau di areal pabrik dan tidak sampai keluar. Dan peristiwa ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Saat ini kami masih menyelidiki penyebabnya," tandas Dukut.
(iwd/fat)











































