Korban tewas bernama Sukarno (27) warga Desa Tegalsono, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo. Sukarno mengalami luka bacok di sekujur tubuh. Wajah sebelah kiri, kepala belakang, pundak, dan perut terkoyak hingga ususnya terburai. Siku lengan kanan nyaris putus, dan di bagian paha dan kaki juga terdapat luka.
"Jumlah luka di tubuh korban sebanyak 19. Paling parah di pundak, perut, lengan kanan, wajah dan kepala,” ujar Hasan, petugas kamar mayat dr Muhammad Saleh Kota Probolinggo kepada detikcom, Rabu (21/8/2013).
Sementara pelaku bernama Satip, tetangga korban. Pria 25 tahun itu hanya mengalami luka di tangan kanan. Saat ini Satip ditahan di Mapolsek Tegalsiwalan dan rencananya akan segera dikirim ke Mapolres Probolinggo.
Dari informasi yang dihimpun, duel menggunakan clurit itu terjadi di dekat jalan pertigaan Desa Tegalsono sekitar pukul 10.00 WIB. Korban dan pelaku sama-sama hendak pergi ke kebun.
Tanpa disangka keduanya bertemu dan terjadilah duel maut itu. Korban yang berusaha keras menangkis serangan pelaku, tidak berkutik setelah clurit pelaku berhasil mengoyak wajah, perut dan pundaknya. Korban akhirnya meninggal di lokasi kejadian, sedangkan pelaku melarikan diri. Tak berapa lama kemudian, pelaku berhasil ditangkap aparat kepolisian setempat.
"Pelakunya sudah kami amankan. Barang bukti yang kami amankan berupa clurit,” ujar Kanit Reskrim Polsek Tegalsiwalan Aiptu Lukman.
Dijelaskannya, carok maut tersebut terjadi karena dugaan perselingkuhan antara korban dengan istri pelaku yang bernama Sri Utami (35). Hubungan gelap mereka sudah berlangsung selama 6 bulan lamanya. Terakhir, keduanya kepergok berduaan di Desa Bladu Wetan, Kecamatan Tegalsiwalan.
Meski sudah diperingatkan agar tidak melanjutkan hubungan gelapnya, tapi korban tidak menggubrisnya. Hingga akhirnya korban dan pelaku bertemu dan terjadilah duel maut itu.
(iwd/iwd)











































