Siswa 17 tahun yang dipercaya sebagai salah satu petugas pengibar bendera itu langsung berusaha membenarkan posisi bendera yang terlepas hingga kembali benar.
Insiden ini mengakibatkan proses pengibaran bendera sempat terhenti beberapa menit. Namun setelahnya upacara berjalan dengan lancar dan khidmad. Seusai upacara, pelatih dan pembina pasukan paskibra Bojonegoro, Aiptu Sunari, mengaku bahwa kesalahan itu tidak sengaja dilakukan oleh petugas pengibar bendera.
"Mungkin licin karena pakai sarung tangan. Namanya juga manusia kan wajar karena tidak ada yang sempurna di dunia ini. Tetapi kami akan berusaha membenahi kekurangan ini," tegas Sunari.
(iwd/iwd)










































