"Saya ke Malaysia akhir 2009. Di sana saya bekerja di sebuah restoran di Kucing, Serawak," kata Purwati kepada detikcom di Kantor Dinas Sosial Sidoarjo, Kamis (15/8/2013).
Purwati menceritakan kisahnya saat di Malaysia. Setelah 6 bulan berada di sana, perempuan 38 tahun itu menikah dengan pria setempat. Sayangnya pernikahan itu hanya secara siri sehingga tidak ada dokumen yang menyertainya. Purwati melahirkan Ayu pada tahun 2010. Saat berumur 2 bulan, Ayu sakit.
"Saya langsung membawa anak saya ke rumah sakit. Anak saya opname," lanjut perempuan asal Desa Margomulyo, Tanggurejo, Blitar tersebut.
Setelah sembuh, Purwati bermaksud membaw aanaknya kembali pulang. Namun pihak rumah sakit melarangnya karena Ayu tak bisa menunjukkan surat nikah. Penyelidikan selanjutnya mengungkap jika Ayu datang secara ilegal ke Malaysia.
"Saya ditangkap karena paspor saya katanya palsu. Seharusnya nomor paspor ada 6 angka (digit), tapi nomor paspor saya cuma 5 angka," ujar Purwati.
Purwati akhirnya dipenjara selama 2 tahun. Dan pada Maret 2013 kemarin, Purwati dideportasi ke Indonesia. Ayu sendiri dirawat oleh pihak rumah sakit selama Purwati dipenjara. Selama di Indonesia, Purwati tak tahu harus bagaimana untuk bisa bertemu dengan anaknya. Padahal Purwati sangat kangen dan sering menangis bila mengingatnya.
Namun Tuhan memang maha penyayang. Suatu hari, petugas dari Dinas Sosial Sidoarjo mendatanginya. Purwati dijanjikan akan bertemu dengan anaknya dalam waktu dekat. Prosesnya sedang diusahakan oleh Kementrian sosial.
"Kami memantau anak-anak TKI yang ditinggalkan ibunya. Dan di Malaysia kami mendapati Ayu tercatat sebagai anak warga Blitar. Kami meminta Dinas Sosial Sidoarjo untuk membantu," ujar Devie Tiomona.
Asisten Teknis Direktorat Kessos Anak Kementrian Sosial ini mengatakan. Upaya pemulangan Ayu memerlukan pembuktian secara genetis (DNA). Karena itu rambut nenek Ayu dipotong untuk dijadikan sampel yang kemudian dikirim ke Malaysia. Kabar gembira pun kemudian datang. Ayu terbukti memang anak Purwati. Ayu pun bisa dipulangkan.
"Kasus seperti ini sangat banyak. Saat ini ada 1.253 anak yang bernasib seperti Ayu. Baru 26 kasus yang sudah terselesaikan," terang Devie.
Suasana haru pun terjadi saat Purwati kembali bisa melihat anaknya. Purwati menangis haru saking bahagianya. Namun saat Purwati hendak menggendong Ayu, bocah 3 tahun itu malah menangis. Tetapi Purwati maklum, lamanya waktu membuat Ayu sudah tidak mengenali ibu kandungnya lagi.
Dan Purwati bisa bersabar agar Ayu bisa kembali ke pelukannya lagi. Purwati mengizinkan agar Ayu dititipkan dan dirawat terlebih dahulu di Dinas Sosial Sidoarjo. "Saya akan menengok Ayu setiap hari agar kami lebih dekat. Setelah itu kami akan pulang ke Blitar," tukas Ayu berkaca-kaca.
(iwd/bdh)










































