Belasan Mahasiswa Asing Belajar Budaya & Pariwisata Banyuwangi

Belasan Mahasiswa Asing Belajar Budaya & Pariwisata Banyuwangi

Irul Hamdani - detikNews
Selasa, 13 Agu 2013 10:15 WIB
Belasan Mahasiswa Asing Belajar Budaya & Pariwisata Banyuwangi
Banyuwangi - Banyuwangi berkesempatan menjadi tuan rumah kegiatan Program Reguler Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) Direktorat Diplomasi Publik Kementrian Luar Negeri RI.

Sebanyak 12 peserta terdiri dari 11 mahasiswa asing dan satu perwakilan dari Indonesia belajar pariwisata dan budaya Banyuwangi.

Ke-11 negara itu diantaranya Amerika Serikat, Nauru, Polandia, Maroko, Kroasia, Tonga. Serta negara wilayah Eropa dan Asia seperti Yunani, Papua Nugini, Fiji, Australia dan Filipina. Kegiatan ini sendiri kerjasama antara pihak Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Sanggar Tydif Surabaya dan Pemkab Banyuwangi.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Mohammad Yanuarto Bramuda mengungkapkan, belasan peserta ini belajar di Banyuwangi selama 5 hari. Dimulai sejak Sabtu (10/8/2013) hingga Rabu (14/8/2013) mendatang.

Para peserta BSBI ini juga berprofesi sebagai jurnalis, fotografer, serta pelaku seni yang peduli kebudayaan dan kesenian lokal. Di Banyuwangi, mereka dikenalkan ke beberapa potensi wisata serta kesenian lokal. Seperti Kawah Gunung Ijen, Kesenian Gandrung dan Kesenian Seblang Olehsari.

Selain itu, mereka juga berksempatan belajar tari Gandrung dan sangrai kopi secara tradisional di Sanggar Genjah Arum Desa Kemiren (Desa Adat Using) Kecamatan Glagah.

"Dunia mengenal Banyuwangi dengan Triangle Diamond-nya, jadi setelah kemarin (Minggu, 11 Agustus) mereka naik ke Ijen, hari ini mereka melanjutkan ke Plengkung dan berakhir di Sukamade," jelas pria yang akrab disapa Bram saat berbincang dengan detikcom di sanggar Genjah Arum, Kemiren, Senin (12/08/2013) malam.

Dari kunjungan belajar ini, sambung Bram, diharapkan mereka bisa berbagi kepada dunia tentang keindahan dan kearifan lokal budaya Banyuwangi. Sehingga bisa menjadi duta wisata Banyuwangi di negara mereka masing-masing.

Banyuwangi dipilih sebagai salah satu tempat belajar karena Banyuwangi memang memiliki seni budaya yang masih sangat kental, serta kearifan lokal dan masyarakat suku Using yang ramah dan terbuka.

"Dan dari kunjungan ini mereka semua sangat mengapresiasi terhadap ke natural an serta keaslian Banyuwangi. Ini sebenarnya yang mereka cari," ujar penanggung jawab dan pembina program kerjasama pertukaran pelajar seni dan budaya Kemenlu RI, Diaztiarni, ditemui ditempat yang sama.

Melalui Banyuwangi, Kementerian Luar Negeri RI ingin mengenalkan sisi budaya asli Indonesia selain Bali. Karena memang tidak dipungkiri dunia mengenal Indonesia hanya melalui Bali. Dan dari kunjungan ini, mereka bisa belajar keindahan pariwisata, seni serta budaya yang tidak kalah menarik dari Bali.

Salah satu peserta asal Filipina, Jan Andrew B Denila mengaku senang berada di Banyuwangi. Pria yang mahir melukis ini menyatakan dia sangat menyukai Indonesia khususnya Banyuwangi karena budaya yang sangat kental serta warga suku using yang ramah, sopan dan bersabahat.

(fat/fat)
Berita Terkait