Bambang DH Kunjungi Kampung Jempol di Madiun

Bambang DH Kunjungi Kampung Jempol di Madiun

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Sabtu, 03 Agu 2013 21:02 WIB
Bambang DH Kunjungi Kampung Jempol di Madiun
Madiun - Kota Madiun mempunyai Kampung Jempol. Letaknya di kawasan Jalan Jambe, sebuah pemukiman yang padat penduduk. Kampung itu diketahui Cagub Bambang DH ketika berkunjung ke sana, Sabtu (3/8/2013) sore. Ia disambut warga dengan sangat ramah.

"Oh ini calon gubernurnya? Ternyata masih muda," ujar Ny Sutoyo saat bertemu Bambang DH di kampungnya. Pembicaraan warga dengan Bambang DH menjadi cair karena mantan walikota Surabaya itu bisa bergaul dengan logat bahasa Jawa 'kulonan' yang akrab dengan mereka.

"Ternyata aslinya Pacitan," timpal warga lain. "Ya, saya Bambang DH. Mohon doa dan restunya," kata calon gubernur pemegang nomor 3 itu. Bambang DH pun menyalami satu per satu warga. Warga kampung pun berduyun-duyun datang. "Pak Bambang, nomor 3 jempol," teriak warga.

Pasangan Bambang DH-Said Abdullah maju menjadi calon gubernur-calon wakil gubernur dengan mengusung ikon jempol sebagai ikon pemenangan. "Wah hebat, di Kota Madiun ada Kampung Jempol. Semoga warganya jempolan semua, ya rejekinya, juga kesehatannya," puji Bambang DH.

Di kampung itu, Bambang DH bertemu dengan seorang nenek, panggilan namanya Mbah Minem. Tak disangka, ternyata usianya sudah 93 tahun, mendekati satu abad. Dan, kondisi fisiknya masih kuat dan sehat.

"Hebat sampeyan, Mbah. Sudah 93 tahun tapi masih sehat. Nopo resepe?" tanya Bambang DH.

Mbah Minim lalu mengacungkan ibu jarinya. "Resepnya, yang paling utama, sabar," kata Mbah Minem sambil memamerkan jempolnya. Mendengar itu, kontan ibu-ibu warga lainnya bertepuk tangan. Bambang DH lalu mengajak Mbah

Minem dan warga yang lain untuk berfoto bersama. "Warga semua, terima kasih saya telah diterima dengan baik di sini. Mohon pamit, saya akan melanjutkan perjalanan. Mohon doa restunya," kata Bambang DH berpamitan.

Warga setempat memberi nama Kampung Jempol karena terinspirasi oleh ikon jempol yang dikampanyekan Bambang-Said. Mereka menginginkan, kampung tersebut menjadi bersih, sehat dan rukun karena gotong-royong warga.

Di Kota Madiun, Bambang DH juga mengunjungi sentra industri yang memproduksi kue-kue, di kawasan Jalan Barito. Ia menyusuri jalan kampung yang sempit. Mayoritas warga mencari rejeki dengan membuat kue-kue basah dan kering. "Mampir Pak Bambang. Silakan mencicipi kue-kue kami," sapa Ny. Juwandi, seorang warga.

Tapi, Bambang DH menolak dengan halus. “Terima kasih, Bu. Saya berpuasa,” kata Bambang DH sambil menyalami. Ia terkagum dengan usaha warga. "Tiap jam 2 pagi, kue-kue sudah diambil para pedagang. Penjualannya sampai Nganjuk," terang Dwi Antoro, salah seorang pemilk usaha.

"Ini sudah luar biasa untuk ukuran rumah tangga. Setiap hari di sini menghabiskan 3-4 sak tepung terigu dan 3 kotak telur. Semoga tambah maju usaha warga di sini," kata Bambang DH.

(iwd/fat)
Berita Terkait