Truk yang dikemudikan Hosnan (40), warga Situbondo, itu pun terguling ke arah kiri hingga sebagian muatannya tumpah dan jatuh ke sungai di tepi jalan. Ban diduga pecah karena tidak kuat menahan beban muatan saat truk melintas di jalan yang kondisinya miring.
"Ini karena kondisi jalan bergelombang dan miring. Jadi mau tidak mau saat lewat beban muatan akan bertumpu ke ban. Makanya rawan meletus," tukas Artoyo (43), rekan Hosnan sesama sopir truk kepada detikcom di lokasi, Rabu (24/7/2013).
Untungnya, tidak ada korban dalam musibah kecelakaan tunggal tersebut. Namun banyaknya pengguna jalan yang melambatkan kendaraannya untuk melihat truk terguling itu sempat membuat arus lalu lintas tersendat. Arus kembali lancar setelah polisi datang ke lokasi kejadian. Warga yang berkerumun juga diimbau tidak berada di ruas jalan raya.
Informasi yang dihimpun detikcom, kecelakaan tunggal itu terjadi saat truk bermuatan 40 ton batako ringan melaju dari arah Surabaya tujuan Bali. Usai melewati jembatan yang sedang diperbaiki di jalan raya Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, truk melaju pelan.
Karena saat itu truk N 8961 UP melewati jalan yang kondisinya agak miring. Saat posisi miring itulah, mendadak salah satu ban sebelah kiri truk meletus. Truk pun langsung oleng hingga langsung terguling.
"Muatannya truknya terlalu berat. Jadi begitu melintas di jalan agak miring bannya tidak kuat dan meletus. Proses evakuasinya masih menunggu truk lain untuk memindah muatannya lebih dulu," kata Kanit Laka Satlantas Polres Situbondo, Iptu Bakhtiar.
(iwd/iwd)











































