Ke-7 korban yakni, Cipto Joyo (22), Sriyono (40), dan Darmuji yang merupakan warga Desa Karang Lo, Kecamatan Kerek Tuban. Lainnya, Jaswarno (40) adalah warga Desa Tuwiri Wetan Kecamatan Merakurak. Darwan (30) warga Desa Padasan, Kecamatan Kerek Tuban, Drajat Prayogi (28) Desa Dawar Biandong Mojokerto, dan Kayin warga Desa Margorejo Kecamatan Kerek Tuban.
"Kejadian terjadi sekitar pukul 2 siang," kata salah satu rekan kerja para korban yang enggan disebut namanya saat ditemui detikcom di UGD RSUD dr R Koesma.
Sekitar 30 menit kemudian, para korban segera dilarikan ke rumah sakit. Kelima korban harus menjalani perawatan di UGD RSUD dr R Koesma Tuban. Sedangkan 2 lainnya ditangani di UGD RS Medika Tuban.
"Luka bakar para korban rata-rata diatas 50 persen," kata dr. Abdul Khamdi, dokter yag menangani para korban di RSUD dr R Soekma.
Bahkan, salah satu korban, Cipto Joyo (22) harus dirujuk ke RSU dr. Soetomo Surabaya karena mengalami luka bakar paling parah dibanding lainya. Luka bakar Cipto, kata Abdul, mencapai 80 persen.
"Kulit di tubuh korban nyaris habis terbakar. Luka bakar mencapai 80 persen," imbuh Abdul.
Hingga kini belum ada keterangan resmi dari PT Semen Indonesia. Dari pantauan detikcom di UGD RSUD dr R Soekma juga belum tampak kehadiran pihak perusahaan yang mendampingi para korban.
(fat/fat)










































