Informasi yang dihimpun, sebelum kejadian korban berpamitan kepada Sulastri, istrinya jika dirinya hendak ke belakang rumah. Perilaku korban sempat menimbulkan pertanyaan sang istri. Sebab, selama ini lelaki pendiam itu lebih banyak berada di dalam rumah lantaran penyakit diabetes yang dideritanya.
"Bilangnya mau ke perapian di belakang rumah," ujar Sulastri sesenggukan di lokasi kejadian, Minggu (21/7/2013).
Setelah hampir 15 belas menit keluar rumah melalui pintu belakang, korban tak kunjung masuk ke rumah. Sulastri lantas berusaha melihat ke tempat perapian. Ternyata, korban tidak berada di situ.
Gagal menemukan suaminya di belakang rumah, Sulastri lalu menuju kamar mandi. Dirinya yakin korban berada di dalamnya karena kamar mandi dalam kondisi terkunci. Dia pun beberapa kali mengetuk pintu. Namun karena tak kunjung ada jawaban, pintu kamar mandi didobrak hingga terbuka.
Dugaan Sunarti benar. Marino memang berada di kamar mandi. Namun tubuhnya sudah lunglai tak bernyawa dengan posisi menggantung dengan tali yang terkait pada kayu atap kamar mandi.
"Isteri korban teriak histeris hingga akhirnya para tetangga berdatangan," tutur Suyanto, tetangga korban.
Kapolsekta Pacitan, AKP Sardjono membenarkan kejadian tersebut. Setelah menerima laporan ketua RT setempat, pihaknya langsung melakukan olah TKP serta visum terhadap jenazah korban. Korban diduga sengaja mengakhiri hidup karena penyakit komplikasi yang tak kunjung sembuh.
"Korban menderita penyakit komplikasi yang tidak sembuh-sembuh sehingga membuatnya putus asa. Jenazah sudah kita serahkan kepada keluarga untuk dimakamkan," terang Kapolsek.
(bdh/bdh)










































