Hasil penyelidikan terhadap Hadi, polisi sementara memperoleh keterangan jika Lilik telah meninggal sekitar 3-4 hari lalu. Setelah meninggal, Hadi bersama Rosita, menunggu jasad Lilik dalam kamar hingga jasad itu mulai membusuk.
“Suami korban mengakui demikian. Dia menunggu jasad istrinya selama kurang lebih 3 hari. Dia berharap istrinya bisa hidup lagi. Itu sepintas pengakuannya saat diperiksa,” kata anggota Reskrim Polresta Mojokerto saat dihubungi detikcom, Kamis (18/7/2013).
Polisi yang enggan disebutkan identitasnya ini mengaku belum mendapat keterangan perihal tubuh korban yang terbakar. Sebab jasad Lilik masih diotopsi di rumah sakit. “Masih dilakukan otopsi, jadi kami belum tahu penyebab kematiannya,” ungkapnya.
Secara terpisah, Dodik (37) salah satu kerabat korban mengatakan, selama 3 hari ini korban tak pernah terlihat keluar rumah. Apalagi Rosita yang kondisinya buta, juga tak pernah kelihatan. Namun yang kerap bertemu tetangga hanyalah Hadi.
“Kerabat dan tetangga akhir-akhir ini jarang melihatnya. Saat Hadi ditanyai warga ini bau busuk apa, dia jawab bangkai ikan lele,” ungkap Dodik.
Sebelumnya, Lilik Anisah (45), warga Perum Puri Mojobaru, Desa Canggu, Kecamatan Jetis, Mojokerto, ditemukan tewas dalam kondisi terbakar, Rabu (17/7/2013) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Warga sempat mendobrak pintu rumah yang terkunci untuk melakukan evakuasi.
(iwd/iwd)











































