Dari pantauan detik.com, warga mulai dari pemuda hingga orang tua itu berkumpul di dalam pendopo balaidesa untuk menemui kepala desa. Sayangnya, Kades Moch. Rowi sudah tiga hari ini tak diketahui keberadaannya.
Awalnya, bagi penerima Balsem di Desa Ngingit menerima panggilan ke balaidesa untuk menerima pengganti subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM), Jumat (12/7/2013).
Namun, banyak warga tinggal di tiga dusun tak memperoleh Balsem. Terutama warga Dusun Krajan dan Glendangan. "Yang kaya dapat, kami yang rumah mau roboh malah tidak dapat," cetus Sutiani seorang warga.
Bukan warga lain ikut datang ke balaidesa juga mengalami nasib sama. Mereka menduga Pemerintah Desa (Pemdes) sengaja menghilangkan identitas mereka dari peneriman balsem.
"Sudah dapat undangan, ambil uangnya ternyata tidak ada," kata Supardi warga lain.
Beberapa perwakilan warga diajak berdialog langsung dengan Sekretaris Desa (Sekdes) dan Camat Tumpang. Pertemuan sempat memanas saat warga menuntut kades dihadirkan. "Mana ini kades, tak berani keluar," teriak warga.
Aparat kepolisian diterjunkan untuk mengawal aksi warga dan menghindari adanya tindakan anarkis.
Sebab, sebelum meluruk balaidesa puluhan warga melempari rumah Kades dengan telur busuk.
Camat Tumpang Eru Suprijambodo, menuturkan, pihaknya akan mengumpulkan seluruh Ketua RT untuk memverifikasi penerima Balsem. Karena masih terdapat seratus kartu yang belum terbagikan.
"Seratus kartu itu, karena identitas sudah berubah, seperti pindah rumah dan meninggal. Bagaimana besok dimusyawarakan dengan seluruh RT untuk penggunaan seratus kartu itu," tegas Eru terpisah.
Ia menambahkan, tidak benar adanya Pemdes tidak menyalurkan Balsem kepada warga sudah hadir memenuhi panggilan. Hanya saja, pengambil Balsem tak memenuhi persyaratan mewakili penerima.
"Mungkin identitasnya tak ada di kartu keluarga. Wajar jika tidak disalurkan untuk yang diwakilkan," imbuhnya.
Pihaknya berharap dalam pertemuan besok segera menghasilkan keputusan yang diinginkan masyarakat. Agar penyaluran Balsem memang diberikan kepada warga yang berhak. "Besok masalah ini harus tuntas, saya akan memimpin langsung prosesnya," tutup Eru.
(fat/fat)










































