Namun keresahan para nelayan itu akhirnya terobati, setelah makhluk yang merusak jaring itu tertangkap. Ternyata, makhluk apa yang selalu merusak jaring para nelayan adalah kawanan lumba-lumba.
Seekor lumba-lumba sepanjang sekitar 2,5 meter dengan bobot sekitar 2 kwintal (200 kilogram) itu, terperangkap setelah memakan ikan di jaring milik Munir.
"Tertangkapnya sekitar pukul 03.00 wib pagi tadi," ujar Ketua Kelompok Nelayan Banyusangka, H Mubarok, Sabtu (13/7/2013).
Ia menerangkan, setelah makan ikan yang terjaring di milik nelayan, lumba-lumba tersebut tidak bisa lepas dari jaring ikan. Meski dengan kondisi jaring yang banyak mengalami kerusakan akibat diterjang lumba-lumba, nelayan tersebut tetap mengangkutnya dan membawanya ke daratan.
"Tadi malam ada 2 nelayan yang dapat lumba-lumba. Cuma yang satunya milik H Mat Jubri dibuang lagi ke laut," tuturnya.
Nelayan tersebut sengaja membawa lumba-lumba itu ke daratan untuk ditunjukkan ke warga lainnya, bahwa lumba-lumba tersebut yang merusak jaring ikan milik nelayan.
Bahkan, saat mereka tiba di daratan, lumba-lumba tersebut langsung disambut anak-anak hingga ibu-ibu. Mereka pun gemas dan baru merasa yakin bahwa jaring milik nelayan benar-benar dirusak lumba-lumba, hingga para nelayan tidak melaut dan pendapatannya tidak ada.
Setelah menjadi tontonan warga, lumba-lumba yang awalnya diletakkan di darat, siang tadi dilepaskan kembali di bibir pantai dengan kondisi terikat.
"Saya belum tahu akan mau diapakan lumba-lumba ini," jelasnya.
(bdh/bdh)











































