Dari pantauan, warga bergotong royong membersihkan tempat tinggal mereka dari material lumpur pasca banjir surut. Untuk mendapatkan air bersih, warga harus berjalan melewati material lumpur yang tersisa akibat banjir.
"Iya ambil dekat jalan besar," ujar Sumiati seorang warga kepada detik.com di lokasi, Rabu pagi.
Kasubsi Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Malang Muji Utomo, mengaku, truk tangki untuk distribusi air bersih dalam perjalanan menuju Sitiarjo. Tangki berkapasitas 50 ribu liter itu akan tiba siang nanti.
"Dalam perjalanan tangki air kesini," ujarnya terpisah.
Banjir terparah sejak 2003 ini menyisakan material lumpur dan batang pepohonan berserakan di halaman rumah warga dan jalan desa. Seperti terlihat di pemukiman penduduk tinggal di Dusun Palung Kidul.
"Ini terparah daripada 2003 lalu," kata Sikam (60), warga Dusun Palung Kidul.
Sebanyak 102 Kepala Keluarga (KK) tinggal di dusun ini memilih bertahan didalam rumah saat banjir akibat meluapnya Sungai Bambang dan Penguluran merendam perkampungan mereka.
Agar selamat dari genangan air, warga memilih berdiri diatas meja atau kursi. "Pintu kami tutup rapat. Tak berani keluar," terangnya.
Hal senada juga diungkapkan, Rinekso (80), bersama istrinya Listrining dirinya memilih tetap berada di dalam rumah saat banjir bandang tiba. "Meski hanya lewat, tapi air cukup tinggi," ungkapnya.
Sebanyak 650 kk terkena dampak banjir bandang terjadi kemarin malam ini. Tim relawan gabungan sudah mendirikan posko untuk memantau penanganan pasca banjir. "Belum ada laporan korban jiwa," kata Amirullah Yasin petugas PMI Kabupaten Malang terpisah.
(fat/fat)










































