Hal itu diungkapkan Gubernur Jatim Soekarwo usai melantik bupati dan wakil bupati Pasuruan terpilih di pendopo kabupaten, Selasa (9/7/2013).
"Kasihan masyarakat yang terlanjur memilih jika bupati dan wabupnya konflik. Karena pembangunan tidak akan berjalan," kata Soekarwo.
Agar tidak terjadi konflik, lanjut dia, bupati dan wakilnya harus sering melakukan komunikasi. Menurutnya, komunikasi adalah jalan terbaik dalam menjalin hubungan untuk peningkatan kinerja pemerintah.
Dalam kesempatan itu, pria yang kembali mencalonkan sebagai gubernur ini meminta pada bupati dan wakil bupati terpilih Pasuruan agar menjaga harmonitas hubungan dan mengedepankan kepentingan rakyat. Komunikasi juga harus dilakukan ke seluruh lapisan masyarakat.
"Komunikasi seperti dengan buruh menjadi sangat penting. Kabupaten Pasuruan termasuk dalam kawasan industri dan 33 persen penduduknya bekerja sebagai buruh pabrik," imbuhnya.
Soekarwo juga meminta agar bupati dan wakilnya memperhatikan peningkatan kesejahteraan rakyat miskin. Perhatian bisa diberikan dalam bentuk pemberdayaan ekonomi.
"Rakyat miskin memiliki tingkat kejujuran yang sangat tinggi. Dari dana bantuan pinjaman untuk kegiataan ekonomi produktif yang diberikan kepada rakyat miskin, tunggakan hanya sebesar 0,4 persen. Sementara tunggakan yang besar justru terjadi pada masyarakat di tingkat madya," pungkasnya.
(fat/fat)










































