12 Desa di Malang Diminta Siaga Gempa Susulan

12 Desa di Malang Diminta Siaga Gempa Susulan

- detikNews
Selasa, 09 Jul 2013 12:42 WIB
Malang - Pasca gempa berkekuatan 5,9 SR yang mengguncang wilayah Malang kemarin pagi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang meminta 12 desa di empat kecamatan siaga terhadap adanya gempa susulan.

Kepala BPBD Kabupaten Malang Hafi Lutfi menuturkan, gempa susulan mungkin bisa terjadi sehingga kesiagaan perlu ditingkatkan.

"Alangkah baiknnya tetap waspada," ujarnya kepada wartawan, Selasa (9/7/2013).

Pihaknya menurut Lutfi telah memetakan 12 desa terdampak gempa dan tsunami. Ke 12 desa itu yakni, Sidoasri, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Pujiharjo, Purwodadi, dan Sitiarjo di Kecamatan Tirtoyudo, Srigonco, Sumberbening, Bandungrejo, Kecamatan Bantur, Tulungrejo, Banjarejo, Purwodadi, Sumberoto, serta Mentaraman, Kecamatan Donomulyo.

Dari informasi yang dihimpun, akibat gempa tersebut, ratusan rumah mengalami rusak ringan.

Gempa yang terjadi kemarin berpusat di kedalaman 10 kilometer Samudera Hindia, yang berjarak 112 kilometer tenggara Malang, 114 kilometer barat daya Lumajang, 130 kilometer barat daya Jember, atau 202 kilometer kilometer tenggara Surabaya, di kedalaman 10 kilometer.

Badan Meteorologi dan Geofisika Karangkates menyampaikan, perairan selatan Malang memiliki kerawanan tinggi terjadinya gempa laut yang besar.

Sebab, terdapat jalur pertemuan dari rangkaian gunung aktif di dunia atau yang disebut Cincin Api Pasifik yang terletak di sekitar 200 kilometer selatan lepas pantai Malang.

Kepala Badan Metereologi dan Geofisika Karangkates, Adi Soepriyanto, mengungkapkan, jalur pertemuan itu berada di bawah perairan berupa persilangan dan membentang lempengan Indo Australia dan Eurasia.

"Prediksi gempa pasti terjadi lagi," ujarnya terpisah.

Adi menambahkan, kedua lempengan selalu bergerak aktif dan menimbulkan tumbukan yang menyebabkan penumpukan energi dan ketika batas elastisitas lempengan terlampaui akan menimbulkan gempa bumi atau gempa laut.

Karena itu, lanjut dia, gempa diprediksi pasti akan terjadi dengan waktu yang tidak bisa ditentukan seperti yang terjadi Senin kemarin. "Bisa kapanpun, makanya kita harus waspada," sambungnya.

(bdh/bdh)
Berita Terkait