Tidak itu saja, kendaraan lain yang sedang melintas dari arah berlawanan menjadi korban serempetan kendaraan angkutan barang tersebut.
Informasi yang dihimpun, sebelum kejadian boks milik Indomaret AB 9538 HN melaju dari arah Solo. Lantaran medan menurun, kendaraan yang dikemudikan Moh Hanafi (35) warga Jogjakarta, meluncur kencang. Diduga rem blong saat melintas tikungan tajam, boks oleng dan hilang kendali.
Saat itu dari arah Pacitan muncul mobil Toyota Avanza AD 89D1 FU yang dikemudikan Hadi Kadimun, warga Mentoro. Melihat boks di depannya berjalan zig-zag, pria yang bekerja sebagai pemborong bangunan segera membanting kendaraan ke bahu jalan.
Namun tampaknya, upaya itu sia-sia. Alih-alih terhindar dari bahaya, mobil warna hitam yang belum lama dibeli terhantam di samping kanan. Akibatnya bodi Avanza penyok. Kaca kendaraan juga hancur.
"Laju truk ke tengah. Saya berusaha menepi. Tapi tetap saja tertabrak," kata Kadimun gugup.
Usai menghantam Avanza, laju mobil boks semakin kencang. Kendaraan penuh barang dagangan itu baru terhenti setelah terperosok ke luar aspal dan terguling. Akibat kejadian tersebut pengemudi boks mengalami cedera di mata kanan. Korban lantas dilarikan ke rumah sakit daerah setempat.
"Diduga rem panas dan sopir mengantuk," ujar seorang anggota Satlantas saat olah TKP.
(fat/fat)











































