Petani benama Sabidin (58) tersebut ditemukan warga tewas tergantung pada seutas tali tampar yang dikaitkan di belandar rumah kosong milik tetangganya, Munif.
"Ditemukan tadi pagi jam 6 di rumah kosong milik Munif, tetangganya sendiri," ujar Kapolsek Semanding, AKP Mardiyah kepada detikcom di Mapolres Tuban.
Menurut Mardiyah, korban sudah mempersiapkan segala sesuatu sebelum bunuh diri. Selain membawa tali tampar, korban juga membawa masuk tangga untuk memanjat ke blandar rumah.
"Korban sudah mempersiapkan dengan mengunci pintu dari dalam dan membawa tali tampar serta tangga," jelasnya.
Korban ditemukan tewas oleh pemilik rumah, Munif. Saat itu Munif curiga karena melihat rumahnya yang kosong tertutup. Bahkan saat berusaha dibuka, pintu ternyata terkunci dari dalam.
Selanjutnya bersama tetangga, Munif membuka paksa pintu rumah dan menemukan korban sudah tewas tergantung. Temuan tersebut kemudian dilaporkan perangkat desa lalu diteruskan ke Polsek Semanding.
Berdasarkan hasil identifikasi, korban dipastikan tewas gantung diri. Korban diduga nekad mengakhiri hidupnya karena menderita sakit jantung bertahun-tahun tak kunjung sembuh.
"Melihat ciri-cirinya yaitu lidah menjulur dan keluar sperma ya kita pastika tewas akibat gantung diri. Menurut keterangan dia punya riwayat sakit jantung," terang Kapolsek.
"Kita datangkan medis ke TKP (Tempat Kejadian Perkara), setelah dilakukan visum, mayat korban langsung diminta keluarga untuk dibawa pulang," pungkasnya.
(fat/fat)










































