"Jumlah itu hanya kita hitung dari jumlah pencari kerja yang mengajukan atau mendaftar sebagai pencari kerja kepada kami, namun di luar itu pasti lebih banyak lagi," ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tuban, Nurjanah, Jumat (28/6/2013).
Menurut Nurjanah, tingginya angka pengangguran diakibatkan kurangnya penyerapan tenaga kerja lokal di Kabupaten Tuban. Tingginya jumlah lulusan SMA, SMK dan perguruan tinggi tiap tahun lebih besar dibanding kebutuhan tenaga kerja perusahaan-perusahaan yang beroperasi.
"Cenderung meningkat, karena secara umum lulusan tidak sebanding dengan penyerapanya," Terang Nurjanah usai menghadiri Job Fair (pameran bursa kerja) di Gedung Olahraga Tuban.
Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tuban, pada tahun 2012 tercatat ada 574.562 pencari kerja. Seiring berjalannya waktu 550.144 orang telah terserap bekerja di perusahaan. Sementara sisanya 24.418 orang dipastikan masih menganggur.
Diharapkan masyarakat tidak terfokuys hanya memburu pekerjaan bidang formal seperti perusahaan dan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Tapi juga mau dan berani mencoba berwirausaha menciptakan lapangan kerja sendiri.
"Sukur-sukur dengan usaha yang ditekuni mampu menyerap tenaga kja sehingga bisa membantu pemerintah daerah mengurangi jumlah pengangguran," sambungnya.
Untuk mewujudkan jiwa interpreneur di masyarakat, pemerintah daerah telah berupaya dengan memberikan pelatihan keterampilan wirausaha. "Program pembinaan dan pembekalan wirausaha selalu kami berikan sebagai upaya mengurangi angka pengangguran," pungkasnya.
(bdh/bdh)










































