Menurut Humas Badan Penaggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Dwinanto, subsidence ekstrim mengancam tanggul di titik 10 D antara Desa Porong dan Desa Ketapang.
"Kalau terjadi kedalaman bisa sampai 3 meter dengan panjang ratusan meter," kata Dwinanto, kepada detikcom, Selasa (25/6/2013).
Kalau subsidence ekstrim benar-benar terjqdi, maka yang sangat dikhawatirkan adalan rel kereta api dan jalan raya Porong lama yang hanya berjarak sekitar 15 meter dari tanggul.
Kejadian subsidence ekstrim menurut Dwinanto pernah terjadi di titik 30 hingga 31 pada tahun 2010 lalu. "Penurunan terjadi 3 meter dengan panjang lebih 3 meter," jelas Dwi.
Untuk menghindari subsidence, BPLS berusaha membuat aliran lumpur di titik 10 D ke pond Desa Ketapang dan pond Desa Jatirejo guna dibuang ke Kali Porong.
Selain itu, BPLS berharap agar Minarak Lapindo Jaya (LMJ) segera melunasi sisa ganti rugi terhadap korban lumpur, agar kerja BPLS mengalirkan lumpur tidak terganggu dengan aksi unjuk rasa warga.
(bdh/bdh)











































