Para pengunjuk rasa pun memaksa pengemudi keluar dari mobil dan menunjukkan surat tugas keluar kantor. Namun pengemudi tidak bisa menunjukkan surat tugas. Mahasiswa pun kemudian menggeledah isi mobil dan ditemukan dua jiregen.
Aksi penyanderaan yang dilakukan para pengunjuk rasa ini dalam rangka menolak rencana kenaikan harga BBM karena dinilai akan menyengsarakan rakyat kecil. Jika pemerintah ngotot menaikkan harga BBM, maka mahasiswa mengancam akan melakukan aksi demo lebih besar lagi untuk menurunkan harga BBM.
Puluhan polisi yang berusaha menghalangi aksi pengunjuk rasa sempat terlibat adu mulut dengan mahasiswa. Akibat adanya penyanderaan yang dilakukan di tengah jalan membuat aktivitas lalu lintas di depan SPBU Jl Trunojoyo terjadi kemacetan.
Setelah menyandera mobil dinas Pemkab Sumenep, sekitar tiga puluh pengunjuk rasa kemudian melanjutkan aksinya ke kantor DPRD dan Pemkab Sumenep dengan pengawalan ketar polisi.
(bdh/bdh)










































