"Dari hasil quick count, pasangan incumben ini unggul dengan memperoleh suara 56,08 persen," ujar Presiden Direktur Proximity Whima E Nugroho saat jumpa pers di rumah makan Agis Surabaya, Rabu (19/6/2013).
Jumlah daftar pemilih tetap (DPT) pada Pilbup Madiun sebanyak 598.448 orang. Sample suara yang diambil Proximity sebanyak 71.550 orang dari 1.261 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 206 desa atau kelurahan.
Hasilnya, yang golput sebanyak 31,29 persen. Sedangkan partisipasi pemilih sebanyak 68,71 persen. Dari jumlah tersebut, pasangan incumben nomor urut 1 (MUIS) yang diusung PKB dan Demokrat, memperoleh 56,08 persen.
Pasangan nomor urut 2, Widi Priyanto-Soentoro (Wiro) yang maju dari perseorangan memperoleh 1,7 persen. Pasangan nomor urut 3, Sukiman-Suprapto (Pak Su) yang diusung PDIP dan Golkar, memperoleh 39,93 persen dan pasangan nomor urut 4, Soemardi-Dimyati Dahlan (Sehati) yang diusung PKNU, Patriot dan PDK memperoleh 1,57 persen.
"Meskipun ada 4 pasangan, yang terlihat bertarung hanya pasangan nomor 1 dan 3. Karena keduanya sudah tumbuh rivalitas. Pasangan cabup nomor urut 3 adalah mantan Sekda Kabupaten Madiun yang sekarang Sekda Trenggalek," tuturnya.
Whima menerangkan, ada beberapa faktor incumben memenangi Pilbup Madiun. Diantaranya, popularitasnya masih tinggi. Sering turun ke masyarakat atau merakyat.
"Kinerjanya selama memimpin (Kabupaten Madiun) juga bagus, dan masyarakat masih mempercayainya untuk memimpin kembali," jelasnya.
(roi/fat)










































