Tak hanya warung, tiga pohon akasia di samping warung juga ditabrak sampai roboh. Kecelakaan itu membuat bagian depan bus ringsek cukup parah. Kecelakaan terjadi diduga akibat sopir bus mengantuk.
"Saya mengantuk. Baru terpejam sebentar tahu-tahu sudah tabrakan. Untung semua penumpang selamat. Penumpang semua siswa SMPN 1 Balongbendo. Kami perjalanan pulang setelah rekreasi dari Bali," kata sopir bus, Mahfud kepada detikcom, Selasa (18/6/2013).
Mahfud sendiri bahkan sempat terjepit sekitar 30 menit. Warga Bangkalan itu baru bisa dievakuasi keluar setelah dibantu sejumlah warga. Pria 33 tahun itu mengalami luka di bagian kaki dan dahi. Dia kini dirawat intensif di Puskesmas Panarukan. Beruntung, semua penumpang yang pelajar SMPN 1 Balongbendo, Sidoarjo, tidak ada yang cedera. Mereka bisa melanjutkan perjalanan dengan menumpang bus lainnya.
Dari informasi yang dihimpun, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 03.30 WIB. Menggunakan tiga unit bus, rombongan bermaksud pulang usai 2 hari rekreasi di Bali. Setibanya di jalan raya pantura Desa Klatakan Kecamatan Kendit, bus paling depan yang disopiri Mahfud tiba-tiba oleng ke kanan hingga menabrak sebuah warung dan tiga pohon akasia.
Beruntung, saat itu pemilik warung yakni pasangan Mahyoto (57) dan Misyati (54) sedang tidak di tempat. Keduanya memilih tidur di rumahnya hingga lolos dari maut. Meski begitu, warung dan semua isinya hancur berantakan.
"Untungnya warung saya belum buka. Andai saja saya tidur di warung, mungkin ikut kena tabrak. Kalau barang-barang semuanya sudah hancur," tutur Mahyoto.
Kanitlaka Satlantas Polres Situbondo Iptu Baktiar memastikan bus mengalami kecelakaan lantaran sopirnya mengantuk. Hasil olah TKP, polisi tidak menemukan adanya bekas rem sebelum bus menabrak warung dan pohon di tepi jalan.
"Kecelakaan akibat sopirnya mengantuk. Untungnya semua penumpangnya selamat," tegas Baktiar.
(iwd/iwd)











































