Kedatangan Densus 88 dan petugas kepolisian di rumah Zainul Arifin, warga Gg Gedong, Sabtu (15/6/2013) sore itu pun membuat geger warga.
Dari rumah ini, petugas Densus 88 membawa sejumlah foto dan sample darah orang tua Zainul Arifin.
Dari informasi yang dihimpun detikcom, Zainul Arifin sempat tinggal bersama ibunya, Jumaroh (60) serta adik dan kakaknya, sebelum menghilang dan tak ada kabarnya lagi.
Jumaroh mengatakan, jika dirinya sudah tidak mengetahui kabar anaknya, dan kehilangan kontak sejak 4 bulan lalu. "Waktu itu dia mengaku kalau hendak bekerja sebagai kuli bangunan di Qatar," kata Jumaroh pada wartawam, Minggu (16/6/2013).
Jumaroh juga membenarkan jika Sabtu sore kemarin petugas dari Densus 88, Polda Jatim dan Polres Lamongan telah mendatangi rumahnya. Petugas meminta sample darah dari Jumaroh untuk dilakukan tes DNA.
Selain mengambil sample darahnya, Jumaroh juga mengaku kalau petugas kepolisian juga membawa sebuah foto zainul Arifin.
(bdh/bdh)











































