Bambang DH Blusukan Ponorogo, Umbar 'Jempol'

Pilgub Jatim

Bambang DH Blusukan Ponorogo, Umbar 'Jempol'

Purwo S - detikNews
Sabtu, 15 Jun 2013 17:07 WIB
Bambang DH Blusukan Ponorogo, Umbar Jempol
Ponorogo - Tak ingin diserobot calon lain, Bambang DH perkuat kawasan Mataraman yang memang dikenal basis PDI Perjuangan. Di Ponorogo, calon Gubernur Jatim ini keliling menyapa warga di sejumlah tempat.

Di rumah industri minyak atsiri milik Yunanto di Dusun Bebek, Jenangan, Bambang DH meminta restu kepada warga sekitar agar kelak bisa terpilih dan mengemban amanah publik Jatim.

“Semoga berhasil, Pak Bambang. Setelah berhasil memimpin Surabaya, sekarang saatnya memimpin Jawa Timur. Di desa sini banyak pemilih PDI Perjuangan,” kata Yunanto, Sabtu (15/6/2013).

Yunanto banyak bercerita mengenai bisnisnya kepada Bambang DH. Ia mengaku memiliki lima set perangkat penyulingan yang terbuat dari bahan stainless steel. Hampir setiap hari peralatan itu beroperasi. Tumbuhan yang disuling, untuk diambil minyaknya, antara lain cengkeh, selasih, sirih, nilam dan empon-empon (jahe, kunir, lengkuas).

Suami Dyah Katharina pun memuji langkah yang telah dilakukan Yunanto. "Jempol Pak Yun,” puji Bambang DH.

"Kami sudah punya pelanggan, yang membeli minyak hasil sulingan kami. Jualnya per kilogram. Seperti minyak selasih, harganya Rp 600 ribu per kilogram. Untuk sirih Rp 1,5 juta per kilogram. Dan cengkeh dijual Rp 15 ribu," jelas Yunanto, yang akrab disapa Sarno menambahkan.

Sewaktu menjadi walikota Surabaya, Bambang DH memang memberikan perhatian penting terhadap usaha ekonomi rakyat. Yunanto berharap lancarnya pasokan bahan baku, seperti daun sirih. Padahal, sirih banyak ditanam warga di pekarangan. “Saya sering kesulitan mendapatkan pasokan bahan baku,” ujar Yunanto.

"Betul, Pak. Produksi sudah bagus. Usaha rakyat kita sering terkendala soal bahan baku," kata Bambang DH. Yunanto sendiri setiap hari dibantu 6 pekerja yang semuanya warga setempat. Setiap kali proses penyulingan, dia membutuhkan bahan baku dalam jumlah besar. Untuk daun sirih dia membutuhkan satu ton.

Lepas dari Dusun Bebek, Bambang DH mengunjungi pengrajin Reog Rekso Budoyo di kawasan Purbosuman. Ia temui Djumingan, pemilik kerajinan. Ternyata peminat reog cukup besar.

"Hanya, kami masih kesulitan jika misalnya pembeli menginginkan kulit kepala harimau yang asli, sebagai bahan reog. Kalau ada pemesan seperti itu, ya harus menunggu. Kami mencari kulit kepala harimau ke Jakarta, atau ke Surabaya," katanya.

Bambang DH pun memberikan dukungan untuk usaha kerajinan reog. “Ini warisan budaya leluhur. Warisan yang jempol! Mari kita pertahankan. Jangan punah!” kata dia. Tentang kesulitan modal, yang biasa dialami usaha ekonomi rakyat, Bambang DH menaruh bela rasa atas hal tersebut.

"Mestinya usaha kecil rakyat bisa mudah mengakses permodalan," katanya.

Calon gubernur kelahiran Pacitan itu juga mengunjungi kampung yang warganya membuat sate ayam. Ia sapa ibu-ibu dan remaja perempuan yang tengah sibuk menusuk daging ayam. “Wah lagi sibuk ya Bu. Minta maaf mengganggu," sapa dia.

Suasana pun mencair. Bambang DH segera membaur dengan warga. Ia ikut berjongkok, lalu belajar menusuk daging ayam. "Rupanya harus telaten," celetuknya disambut tawa warga.

"Pasti nikmat ini satenya. Jempol ya, Bu," kata Bambang DH.

Setelah kampung sate, Bambang DH masuk ke Desa Jabung, Kecamatan Mlarak. Ia nikmati dawet yang terkenal itu. Di kampung itu, ada sekitar 16 rumah tangga yang sudah puluhan tahun membuat dawet Jabung. "Dijamin tidak ada bahan kimianya,” ujar sang penjual. Gulanya berasal dari gula aren yang khas.

"Wah, sedap. Dawet jempol!" kata Bambang DH.

(gik/gik)
Berita Terkait