Peristiwa ini langsung mendapat reaksi dari Pemkab Banyuwangi. Maria diundang ke rumah dinas bupati, Pendopo Shaba Swagata Blambangan. Pemkab juga dengan senang hati memberikan fasilitas akomodasi hingga ditemukan tas milik Maria.
Saat ini Maria dan rekannya menginap di home stay kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi.
Asisten Kesra Pemkab Banyuwangi, Suhartoyo mengungkapkan, upaya pemkab tersebut merupakan bentuk kepedulian dan keprihatinan terkait musibah yang dialami salah satu tamu pariwisata Banyuwangi.
"Pemkab Banyuwangi saat ini sedang gencar-gencarnya melakukan promosi wisata, sehingga ini merupakan tanggung jawab Pemkab Banyuwangi," ujar Suhartoyo, kepada wartawan, Rabu (5/6/2013).
Sementara Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, pihaknya tidak ingin kasus kehilangan ini mencoreng nama baik pariwisata Banyuwangi. Sebab saat ini kota ujung Timur Pulau Jawa ini sudah dipandang sebagai kota pariwisata.
Pihaknya berharap siapapun yang menemukan atau mengembalikan barang korban ke Kantor Pemkab Banyuwangi.
"Kita sudah sudah melakukan koordinasi dengan aparat kepolisian, untuk membantu menemukan tas itu," ujar Anas dikonfirmasi wartawan terpisah.
Peristiwa itu sendiri dialami korban Senin (3/6/2013). Ceritanya saat itu Maria dan seorang temannya dalam perjalanan menuju Taman Cagar Alam Gunung Ijen, di Kecamatan Licin dengan mengendarai kendaraan umum. Nah dalam perjalan itulah tas korban raib dari tempatnya.
"Dia berangkat bersama dengan rekannya dari Perancis dari Hotel Baru menuju Gunung Ijen," ungkap Aekanu Haryono, staff (PNS) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi.
(fat/fat)











































