"Tolak kenaikan BBM," teriak massa mengikuti aksi di Jalan Veteran itu.
Pendemo tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) melengkapi aksi dengan berbagai poster kecaman terkait kenaikan harga BBM itu, menilai harga BBM dunia sedang tidak mengalami kenaikan, sehingga aneh jika pemerintah ingin menaikkan harga BBM.
"Di samping itu momen kenaikan harga BBM tidak tepat. Karena beberapa bulan ke depan merupakan masa yang sulit bagi masyarakat dengan datangnya bulan Ramadan dan Idul Fitri," terang Humas aksi Win Ariga kepada wartawan disela aksi.
Ia menambahkan, kenaikan harga BBM akan memicu inflasi hingga 9 persen. Sementaran asumsi Pemerintah dalam rancangan RAPBN 2013 hanya sebesar Rp 7,2 persen.
"Ini merupakan bukti kegagalan pemerintah mengelola negara di sektor ekonomi dan energi," imbuh Ariga.
Mahasiswa menganggap pemerintah menambah beban rakyat dalam menanggung sebuah kebijakan yang salah.
"Pengurangan subsidi BBM, karena minimnya penyerapan di sektor pajak," ungkap Ariga.
Mahasiswa menuntut pemerintah pro kepentingan rakyat dan bertanggung jawab atas gagalnya pengelolaan aset negara. Tuntutan disuarakan pendemo melalui orasi dilakukan secara bergantian.
(fat/fat)











































