87 Siswa Basarnas Digembleng untuk Dapatkan Gelar Wing Para

87 Siswa Basarnas Digembleng untuk Dapatkan Gelar Wing Para

Brury Susanto - detikNews
Sabtu, 01 Jun 2013 11:47 WIB
87 Siswa Basarnas Digembleng untuk Dapatkan Gelar Wing Para
Sidoarjo - Basarnas Special Group (BSG) kembali menggembleng 87 personel, untuk mendapatkan gelar Wing Para. Latihan selama 14 hati ini dilakukan di Pusat Latihan Pasukan Pendarat (Puslatpasrat) Komando Latihan Marinir (Kolatmar) Surabaya.

Meski lulus, namun untuk mendapatkan tanda kelulusan gelar wing Para (terjun), maka siswa diwajibkan mengikuti aksi terjun payung (parachute).

Untuk itu sebanyak 18 perwakilan dari personel Badan SAR Nasional (Basarnas) melakukan aksi terjun payung (parachute) di sisi selatan Skuadron 400 Lanudal Juanda Surabaya, Sabtu (1/6/2013).

Sekretaris Utama (Sestama) Basarnas Max Ruland mengatakan, kalau diklat itu untuk meningkatkan kompentensi personel rescuer (penolong) di lingkungan Basarnas. Serta mendidik dalam kekompakan, kesatuan dan kebersamaan dalam tim.

Selain itu, bagaimana cara menangani musibah ataupun bencana. Karena, musibah bencana yang terjadi di tanah air begitu komplek unpredictable (tak bisa diprediksi).

"Latihan ini, bagaimana meningkatkan kompetensi rescuer Basarnas, untuk mempersingkat response time saat terjadi musibah bencana," kata Max Ruland kepada sejumlah wartawan.

Max Ruland memberikan contoh, bencana tsunami di Mentawai, gempa bumi di Jogjakarta beberapa tahun silam. Jika akses musibah bencana itu tidak bisa ditempuh dengan jalur darat dan tertutup. Maka rescuer yang telah memiliki kemampuan terjun payung harus dikerahkan.

Tujuannya untuk melakukan pemetaan, droping logistik, membuat dan menghidupkan akses komunikasi hingga membuat hallypad atau landasan helikopter.

"Dengan diturunkan tim capasity building rescuer (penolong). Maka bisa membuka akses dan proses pertolongan akan berjalan optimal sesuai visi Basarnas, yakni berhasilnya pelaksanaan operasi SAR dengan cepat, handal dan aman," terang dia.

Dengan pelatihan dan sudah digembleng selama 14 hari, lanjut Max Ruland, diharapkan kemampuan teknik yang sudah diajarkan bisa memberikan manfaatkan lebih bagi Basarnas masa mendatang.

"Ke depannya para rescuer Basarnas khususnya yang telah ikut Diklat Para Dasar ini harus mampu menjalankan tugasnya. Walaupun itu di medannya sulit yang hanya bisa dijelajah atau dijangkau dengan tehnik terjun payung," pungkas dia.

(bdh/bdh)
Berita Terkait