Dikabarkan tiket untuk berwisata dan jeprat-jepret di gunung yang lokasinya diperbatasan empat kabupaten di Jawa Timur itu naik cukup signifikan. Di beberapa grup komunitas fotografi di jejaring sosial tersebar foto contoh tiket harga baru.
Disebutkan kenaikan sebesar Rp 72.500 ribu per orangnya plus biaya bawa kamera bagi wisatawan 'biasa' yang sekedar ingin mengabadikan Bromo. Sedangkan bagi profesional atau yang gelar foto session dibandrol Rp 172.500 ribu.
Kenaikan pass masuk itu disebut-sebut diberlakukan per 1 Juni 2013.
Tarip baru itu dinilai cukup memberatkan. Sebab kenaikannya jauh dari harga sebelumnya. Sebab sebelumnya tarif biasanya ke Bromo bagi wisatawan lokal total Rp 6.000/orang. Sedangkan khusus wisatawan asing Rp 25 ribu/orang.
Harga lama tersebut belum termasuk tarif kamera yang biayanya mencapai Rp 30.000/orang. Namun selama ini di lapangan, jarang ada penarikan biaya kamera.
"Perubahan tiket baru ini sudah disosialisasikan ke pelaku jasa wisata," kata Irsam Soetarto, salah satu jasa wisata di Surabaya saat dihubungi detikcom, Sabtu (1/6/2013).
Memang keindahan panorama alam Gunung Bromo banyak memikat perhatian masyarakat lokal maupun internasional. Ribuan pengunjung dari berbagai daerah dan negara mendatangi gunung berapi masih aktif it, termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
(gik/gik)











































