Warga Babat Habis Pohon Klampis Milik Perhutani

Warga Babat Habis Pohon Klampis Milik Perhutani

Irul Hamdani - detikNews
Rabu, 29 Mei 2013 10:22 WIB
Banyuwangi - Ratusan warga Dusun Grajagan Pantai Desa Grajagan Kecamatan Purwoharjo mengamuk. Mereka menebangi pohon Klampis milik Perhutani yang ada ditepi jalan setempat. Aksi ini buntut dari tewasnya Suhargono, warga Grajagan Pantai akibat tertimpa batang pohon Klampis Senin (28/5/2013) kemarin.

Aksi massa berlangsung secara spontan seusai upacara pemakaman Suhargono pagi tadi. Massa dengan membawa peralatan tebang seperti parang dan lainnya langsung menuju ke jalan raya Grajagan yang di sisi kiri kanannya berdiri pohon-pohon Klampis yang ditanam Perhutani.

"Iya, warga sedang menebangi pohon-pohon Klampis di tepi jalan," ujar Supar, tokoh masyarakat Grajagan Pantai kepada detik.com Selasa (29/5/2013).

Supar mengatakan, massa hingga pukul 10.05 WIB masih terus menebangi pohon pohon Klampis. Saat ini sudah ada sekitar 20 an pohon yang sudah dibabat habis. Rencananya, massa akan menebang semua pohon Klampis yang ada ditepi jalan Grajagan sepanjang 9 kilometer.

Apa yang dilakukan massa sebagai bentuk protes kepada Perhutani yang tidak merespon permintaan warga meski pohon Klampis sudah banyak memakan korban luka dan jiwa.

"Sudah sering ada korban, anak-anak sekolah ada warga. Dan terakhir warga saya," keluh Supar.

Sementara itu, aksi ini membuat arus lalu lintas jalan raya Grajagan tersendat. Massa yang menebang pohon melakukan buka tutup jalan saat pohon ditebang.

Diberitakan sebelumnya, warga Dusun Grajagan Pantai Desa Grajagan Kecamatan Purwoharjo marah kepada Perhutani setempat. Mereka menuntut Perhutani bertanggung jawab atas kematian Suhargono, salah satu warga yang tewas tertimpa batang pohon Klampis yang ditanam Perhutani.

"Kejadian ini bukan yang pertama, tapi sudah sering terjadi dan memakan korban luka maupun jiwa. Perhutani harus tanggung jawab!," tuntut Supar, tokok masyarakat Grajagan Pantai.

Supar menceritakan, Suhargono tewas tertimpa pohon Klampis yang banyak ditanam ditepi kiri kanan jalan raya menuju Grajagan Pantai, Senin (28/5/2013) pukul 17.30 Wib kemarin. Jalan beraspal sepanjang 9 Km tersebut memang membelah hutan tanaman Jati milik Perhutani.
Akses darat satu-satunya yang menghubungkan kampung nelayan Grajagan dengan wilayah lain.

Korban sendiri tewas tertimpa batang pohon Klampis saat perjalanan pulang ke rumahnya usai bekerja. Tepatnya di jalan raya tak jauh dari Tempat Penimbunan Kayu (TPK) Gaul Perhutani. Saksi mata mengatakan, dua batang pohon Klampis berbeda patah dan jatuh secara bergantian setelah ditiup angin.

"Batang pertama bisa dihindari, yang kedua jatuh tepat di kepalanya," ungkap Supar.

(iwd/iwd)
Berita Terkait