Aksi kawanan perampok berlangsung sekitar pukul 02.00 wib, Minggu (26/5/2013), perampok berhasil membawa kabur uang Rp 50 juta yang disimpan di brankas.
Pihak sekolah baru mengetahui aksi pembobolan tersebut, sekitar pukul 04.30 wib. Wakil Kepala Sekolah SMAN 1 Sidayu Abu Bakri, mengatakan, sebenarnya ada tiga satpam yang berjaga saat itu. Mereka adalah Masudi (40), M Khoiri (50), dan Bejo (40).
Satpam yang disekap dan dilukai di ruang guru adalah Masudi. Sedangkan, M Khoiri tidak tahu, karena berjaga di pos depan. Sedangkan, Bejo tidur di lantai dua gedung laboratorium.
"Para perampok mencongkel jendela kantor kepala sekolah dengan linggis, kemudian menjebol brankas berisi Rp 50 juta. Para pelaku juga mengacak-acak ruang tata usaha (TU)," kata Wakil Kepala Sekolah SMAN 1 Sidayu, Abu Bakri, kepada detikcom.
Di ruang TU menurut Abu Bakri ada brankas berisi uang senilai sekitar Rp 100 juta. Namun, aksi pelaku keburu ketahuan, sehingga gagal membawa brankas di ruang TU.
Menurut Abu Bakri, uang yang dibawa kabur kawanan perampok, merupakan uang iuran dan spp para siswa. Rencananya, uang tersebut untuk merenovasi bangunan sekolah yang rusak.
"Para pelaku masuk dan kabur melompat tembok pagar sekolahan, mereka juga menjebol pagar," tegas Abu Bakri.
Sementara itu, tiga satpam sekolah masih menjalani pemeriksaan intesif di ruang reskrim Mapolsek Sidayu.
Bejo mengaku, saat itu, dirinya sedang tertidur di lantai dua ruang laboratium. Namun, Bejo terbangun setelah mendengar suara mencurigakan.
"Sebenarnya, saat itu saya langsung mengirim SMS ke Kapolsek Sidayu, bahwa ada yang mencurigakan di sekolah. Mamun, tidak ada balasan sama sekali," ujar Bejo, di sela-selah pemeriksaan.
Karena tidak ada balasan dari Kapolsek ujat Bejo, akhirnya dirinya dan M Khoiri yang sedang berjaga di pos depan mencari rekannya. Setelah dicari, ternyata Masudi ditemukan dalam kondisi disekap, tangan diikat di belakang dan pipi kirinya mengeluarkan darah akibat terkena sayatan golok.
Sementara itu, Masudi mengaku, saat itu hendak tidur, tiba-tiba disekap dari belakang oleh empat orang yang membawa senjata tajam.
"Waktu itu gelap, mereka langsung menyekap dan mengikat tangan saya. saya berusaha melawan, tapi mereka langsung melukai wajah saya," ujar Masudi yang terlihat sedih.
Polisi hingga saat ini masih memeriksa ketiga satpam penjaga sekolah. Polisi juga mengamankan barang bukti senjata tajam berupa bendo atau golok, dan seutas tali untuk mengikat kedua tangan satpam.
Pembobolan sekolah di SMAN 1 Sidayu merupakan kasus yang keempat terjadi di wilayah Kabupaten Gresik. Sebelumnya kawanan perampok juga membobol SMA Negeri 1 Kebomas, SMA Negeri 1 Manyar, dan membobol rumah milik warga di Kecamatan Benjeng. Dan polisi hingga saat ini belum bisa mengungkap para pelaku pembobolan.
(bdh/bdh)











































