Peristiwa ini terjadi di Jalan Supriyadi Kecamatan Pakusari Jember, Kamis (23/5/2013) sore. Ke-4 korban kini tengah menjalani perawatan di UGD rumah sakit daerah Dr soebandi karena mengalami luka bakar termasuk pengendara motor.
Meledaknya kios bensin bermula ketika sepeda motor bernomor polisi P 3923 SC yang dikendarai Bunazar warga Desa Kemuning Lor Kecamatan Arjasa hendak pulang ke rumahnya dengan membawa rumput di belakang motor.
Kondisi hujan, membuat Bunazar terburu-buru untuk sampai di rumah dengan mendahului truk yang ada di depannya. Tanpa sadar, saat berada di tengah-tengah, dari arah berlawanan muncul minibus yang membuat Bunazar panik.
Upaya menghindar dari minibus dilakukan dengan mengarahkan kemudi motor yang membawa beban terlalu berat kearah berlawanan, yakni kios penjual bensin eceran berada.
"Saya ada di dalam rumah, tiba-tiba terdengar suara ledakan dan saya lihat kios bensin itu sudah terbakar," kata Hj Aminah, seorang warga yang rumahnya berdekatan dengan meledaknya kios bensin kepada detikcom.
Hantaman keras menjadi pemicu meledaknya kios milik Jumiarso. Selain Jumiarso, korban lain yakni Misnati (45), Santi (26) dan Galuh (16) yang tidak lain istri dan anak Jumiarso yang mengalami luka bakar serius.
"Karena hujan, istri dan kedua anak saya ada di dalam kios, kebetulan anak-anak sedang makan dan tanpa diketahui terdengar suara ledakan dan langsung menghanguskan kios," kata Jumiarso saat ditanya di Ruang Perawatan RSD dr Soebandi Jember.
Meski upaya Jumiarso berjuang menyelamatkan nyawa keluarganya membuahkan hasil, namun tangan dan wajahnya mengalami luka bakar serius.
Sayangnya anak keduanya terlalu lama di dalam kobaran api sehingga dari 5 korban, anak kedua Jumiarso yakni Galuh terparah.
"Dari lima korban, terparah itu Galuh. Luka bakar yang dialaminya hampir 90 persen dan hingga kini masih dalam perawatan di ruang ini," kata Dr Made Adnyana, Penanggung Jawab Pelayanan IGD RSD Dr Soebandi Jember.
(fat/fat)










































