Pasangan AJI Menangi Pilwali Malang Versi LSI

Pasangan AJI Menangi Pilwali Malang Versi LSI

Muhammad Aminudin - detikNews
Kamis, 23 Mei 2013 17:02 WIB
Malang - Pasangan Anton-Sutiaji (AJI) yang diusung PKB dan Partai Gerindra, berdasar hitung cepat yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI) berhasil memenangkan Pemilihan Walikota (Pilwali) Malang. Pasangan AJI memperoleh 48,15 persen suara.

Untuk urutan kedua, pasangan calon yang diusung PDIP, Sri Rahayu-Priyatmoko Oetomo memperoleh 21,61 persen suara.

Nasib sama dialami Heri Pujdi Utami istri Walikota Malang Peni Suparto yang berpasangan dengan Edi Sofwan Jarwoko. Pasangan yang diusung Partai Golkar dan PAN ini hanya memperoleh 18,14 persen suara.

"Pasangan unggul dalam hitung cepat kami adalah Anton-Sutiaji diusung PKB dan Partai Gerindra dengan suara sebanyak 48,15 persen," kata Manager Riset LSI, Setiadarma, kepada wartawan, Kamis (23/5/2013) sore.

Pilwali Malang periode 2013-2018 diikuti enam pasangan. Mereka adalah Sri Rahayu-Priyatmoko Oetomo (SR-MK) diusung PDIP, Moch Anton-Sutiaji (AJI) didukung PKB dan Gerindra, Heri Puji Utami-Sofyan Edi Jarwoko (DaDi) dari Partai Golkar dan PAN, Agus Dono-Arif HS (DOA) diusung Partai Demokrat dan PKS, dan Dwi Cahyono-Muh Nur Uddin serta Ahmad Mujais-Yunar Mulya (Raja) dari jalur perseorangan.

Dalam hitung cepat menggunakan 233 sampel TPS itu, LSI mencatat, pasangan Dwi-Udin 5,69 persen, SR-MK 21,61 persen, DAI 18,14 persen, Raja 2,44 persen, DOA 3,97 persen, AJI 48,15 persen dengan tingkat partisipasi sebesar 62, 81 persen.

"Hampir di seluruh kecamatan AJI unggul dari semua kandidat," sebutnya.

Sutiaji pasangan yang dimenangkan dalam hitung cepat merasa bersyukur atas hasil tersebut. "Ini kemenangan rakyat Kota Malang," katanya terpisah.

Anggota KPUD Kota Malang Jainuddin, menuturkan, sesuai dengan mekanisme berpegang pada rekapitulasi manual yang mulai besok dimulai di tingkat kelurahan dan seterusnya.

Menurut dia, pelaksanaan pilwali telah berjalan lancar. Namun, tingkat partisipasi masih rendah, dikarenakan hari libur. Selain itu, banyak pemilih yang berada di luar kota.

"Tingkat partisipasi terpantau rendah, karena pelaksanaan pilkada terlalu dekat," tandasnya dihubungi terpisah.

(bdh/bdh)
Berita Terkait