Dengan mengendarai mobil Jeep berplat nomor hitam, Rabu (22/5/2013) Setyo Hartono blusukan ke beberapa sekolah yang diduga belum menerima bantuan mebeler. Padahal uang dana bantuan telah cair pada akhir 2012 lalu.
Diantara sekolah yang disidak pensiunan perwira TNI ini antara lain, SDN Dander 2, SDN Mojoranu, serta beberapa SD di Kecamatan Kapas. Saat sidak berlangsung, banyak guru yang kaget dan akhirnya memberikan penjelasan sesuai fakta di lapangan, terkait mebeler yang diperkirakan bernilai Rp 24 juta per sekolah itu.
"Kita sudah cek sendiri di lapangan, teryata memang benar informasi yang diterima dari beberapa sekolah, bahwa mereka (sekolah) belum menerima mebeler. Padahal uang sudah cair per 28 Desember 2012," ujar wabup.
Menurut Setyo Hartono, kalaupun ada sekolah yang telah menerima barang, maksimal hanya sepertiga dari jumlah yang seharusnya diterima. "Kita segera panggil pihak Diknas untuk kita mintai keterangan. Kalau perlu kita lanjutkan ke ranah hukum," tegas Setyo Hartono, saat dikonfirmasi detikcom di sela-sela sidak di SD Mojoranu.
Sayangnya, saat didesak detikcom untuk membeberkan nama rekanan dan berapa jumlahnya rekanan yang diduga ikut andil dalam proyek DAK 2012 ini, wakil bupati enggan mengungkapkan.
"Dibilang rekanan ya rekanan, dibilang LSM ya LSM, dibilang preman ya preman, nggak taulah, katanya barter perkara, saya nggak tahu juga. Inilah bobroknya Diknas," pungkas orang nomor dua di Kabupaten Bojonegoro.
(bdh/bdh)










































