Perkelahian terjadi sebuah hutan berjarak 1.5 km dari tempat tinggal keduanya. Awalnya pelaku dan istrinya Saya'i (50), berangkat bersama ke hutan untuk mencari rumput. Namun beberapa saat kemudian keduanya berpisah untuk mencari rumput di tempat berbeda.
Saat hendak pulang, Sutoyo tak menemukan istrinya. Setelah beberapa menit mencari tak ketemu, ia malah mendapati istrinya sedang berduaan dengan korban di bawah rindang pohon.
Sebagai suami yang susah payah bekerja kemudian melihat istrinya asyik berduaan dengan pria lain, Sutoyo tak bisa menyembunyikan kemarahannya. Ia bergegas menuju tempat istri dan korban sedang berduaan.
Tanpa basa-basi, Sutoyo langsung melempar sebatang kayu jati ke arah Narwi hingga terjatuh. Narwi berhasil bangkit sehingga duel diantaranya tak terelakan. Dalam duel itu, Narwi tewas akibat pukulan balok kayu.
"Saya dan istri berangkat mancari rumput berbarengan, tapi di tengah jalan kami memilih pisah. Ternyata istri saya malah ketemuan di hutan. Saya marah dan saya lempar pakai kayu, tapi dia melawan ya saya balas, apalagi di depannya ada istri saya,” kata Sutoyo di Mapolsek Lumbang.
Ia mengaku tak pernah berniat membunuh korban. Ia hanya ingin memberi pelajaran, namun karena korban melawan, terjadilah perkelahian hingga korban tewas. "Saya bawa sabit di tangan kiri. Kalau saya mau membunuh ya langsung saya bacok dia,” ujarnya.
Polisi saat ini masih mendalami motif perkelahian antar lelaki berumur tersebut. "Kita masih mendalami motif pelaku. Kita masih memeriksa tersangka yang menyerahkan diri pasca kejadian,” kata Kapolsek Lumbang, AKP Handoyo.
Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan balok kayu sepanjang satu meter, sabit dan celana dalam korban. Sementara jasad korban dibawa ke kamar mayat RSUD dr R Soedarsono, Kota Pasuruan. Tak ada luka akibat bacokan pada jasad korban. Ia tewas akibat pukulan benda tumpul.
(iwd/iwd)











































