Pantauan detikcom, warung makan bertiang beton di pinggir jalan hancur tak tersisa. Sedangkan rumah di bawah bahu jalan sebagian besar temboknya ambrol terkena body bus. Kaca bagian depan kendaraan juga rontok.
"Kemarin baru kulakan, jadi warungnya sedang penuh dagangan," ucap Misgiman, seorang warga kepada detik.com di lokasi.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Warga yang sedang terlelap dikejutkan suara benturan dari arah TKP. Warga pun lantas berhamburan melihat ke lokasi kejadian. Saat itu, Minibus Persada nopol G 1420 AC diketahui sudah masuk ke rumah warga.
Beruntung, Misinem (30) pemilik rumah dan Marmi (40) kakaknya, malam itu sedang menginap di rumah kerabatnya. Bahkan mereka baru tahu warung dan rumahnya hancur setelah mendengar kabar dari seorang nelayan, Amir (25) yang mengontrak salah satu kamar di rumah tersebut.
"Sopir sempat terjebak di dalam mobil dan baru bisa keluar setelah dibantu penerangan dengan senter warga," kata Sutanto, tetangga korban.
Haryanto (27), pengemudi minibus naas mengaku sebelum kejadian dirinya beriringan dengan sebuah tanki. Saat itu cuaca sedang hujan. Ketika melintasi tikungan, lanjut warga Banyuputih, Batang, Pekalongan itu, kendaraan yang dikemudikannya oleng dan tak terkendali.
"Saya cuma jalan sekitar 30 Km/jam," ucapnya gugup.
Hingga 07.30 WIB, personel Satlantas Polres Pacitan masih berada di lokasi. Hasil olah TKP, tutur Kanit Lakalantas Ipda Sugeng Rusly, tidak ditemukan tanda-tanda pengereman.
Diperkirakan sebelum kejadian, minibus yang sedianya akan menjemput nelayan andon (pulang) dari Pantai Tamperan untuk dibawa kembali ke Pekalongan melaju dengan kecepatan tinggi.
"Kemungkinan besar pengemudi mengantuk. Buktinya, tidak ditemukan tanda-tanda pengereman sama sekali," tandasnya.
(fat/fat)











































