Praktik perjokian di perguruan tinggi ini sedikit tergolong cangkih, karena mereka dibekali dengan alat bantu komunikasi yang telah dimodifikasi.
"Dari 27 pelaku, tujuh orang laki-laki dan 20 orang perempuan," kata Rektor Universitas Muhammadiyah Malang Muhajir Efendi kepada wartawan, Senin (13/5/2013).
Aksi para pelaku ini terungkap oleh pengawas tes PMB. Mereka kemudian dibawa ke ruang UMM press untuk dimintai keterangan. "Kita masih kembangkan kasus ini," kata Muhajir.
(bdh/bdh)











































