Akibatnya pasutri Machmud (55) dan Sulasmi (48) harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Machmud mengalami luka di bagian kaki, tangan dan perut. Sedangkan Sulasmi menderita luka bakar di kaki dan punggung.
Kejadian tersebut bermula saat Sulasmi hendak memasak makanan untuk anaknya, Minggu (12/5/2013). Mengetahui ada ketidakberesan pada kompor, ia meminta suaminya untuk membetulkan karet pada tabung gas yang mengeluarkan bau tak sedap. Namun, meski sudah tiga kali diganti, kompor gas tersebut masih mengeluarkan bau.
Di saat bersamaan, Sulasmi memasak di luar rumah menggunakan tumang. Diduga percikan api dari tumang tersebut menyulut gas elpiji yang bocor. Dalam sekejap, kobaran api dari elpiji menyambar pasutri tersebut.
"Saya minta suami membetulkan elpiji yang bocor. Karet pada elpiji juga sudah diganti. Saya tidak tahu kalau sisa gas yang bocor masih ada. Tiba-tiba api menyambar," kata Sulasmi seusai menjalani perawatan di IGD RSUD dr R Soedarsono, Kota Pasuruan.
Beruntung, tambah Sulasmi, kobaran api ini tidak menyambar peralatan rumah tangga lainnya. Kobaran api hanya menyambar sebagian kain-kain yang berserakan di dapur.
(bdh/bdh)











































