Demo PMII Anti Kapolres Situbondo Sempat Ricuh

Demo PMII Anti Kapolres Situbondo Sempat Ricuh

Ghazali Dasuqi - detikNews
Rabu, 08 Mei 2013 12:50 WIB
Demo PMII Anti Kapolres Situbondo Sempat Ricuh
Surabaya - Aksi demo aktivis PMII Situbondo menuntut Kapolres AKBP Erthel Stephan dicopot diwarnai kericuhan, Rabu (8/5/2013). Kericuhan terjadi di depan pintu gerbang Mapolres Situbondo saat massa PMII membakar ban bekas.

Melihat itu personel polisi yang berjaga-jaga berusaha memadamkan api dengan menyiram air. Namun sikap polisi itu membuat sebagian aktivis PMII bereaksi menghalangi hingga memanaskan situasi.

Aksi dorong-dorongan dan berlanjut baku hantam pun tak terelakkan hingga sebagian aktivis PMII mengklaim terkena pukulan dan terjangan. Saat bersamaan salah seorang aktivis PMII sempat histeris saat mengetahui bendera PMII dirampas polisi hingga robek. Ketegangan baru mereda setelah bendera PMII dikembalikan dan sebagian polisi lain melerai sambil mendinginkan suasana.

"Kami menuntut kepada Kapolri dan Kapolda agar Kapolres Situbondo secepatnya dicopot dari jabatannya. Selain sudah mencederai nama baik organisasi PMII, juga telah melanggar amanat UU nomor 09/1998 tentang kemerdekaan menyampaikan aspirasi di depan umum," teriak Lukman, salah satu orator PMII.

Aksi demo PMII Situbondo merupakan buntut penggerebekan markas aktivis PMII menjelang kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), pada Kamis (2/5/2013) lalu.

Saat itu, polisi mendatangi Sekretariat PMII di Jalan Wijaya Kusuma untuk menggagalkan rencana aksi massa PMII menyambut kedatangan SBY ke Situbondo. Padahal saat itu sudah ada puluhan aktivis PMII dari sejumlah daerah di luar Situbondo ikut berdatangan.

Dalam aksinya mengutuk sikap kepolisian itu, massa PMII juga membentang poster bernada kecaman dan tuntutan pencopotan Kapolres Situbondo AKBP Erthel Stephan.

Diantaranya bertuliskan: "Turunkan Kapolres Situbondo; Kapolres Situbondo Melanggar Amanat UU; Perbaiki SDM-mu Wahai Kapolres" dan lain sebagainya. Aksi diawali dengan melakukan longmarch dari jalan Wijaya Kusuma menuju Mapolres Situbondo.

Usai berorasi dan membakar ban bekas di depan Mapolres, massa PMII melanjutkan aksinya menuju kantor DPRD Situbondo. Di tempat ini mereka juga menggelar orasi dan membentangkan poster. Namun, mereka harus kecewa karena rencana bertemu komisi I DPRD Situbondo tak kesampaian.

"Aparat Sabhara juga harus dicopot karena telah melakukan pengusiran secara paksa dan tidak sopan. Kami menuntut agar Kapolres Situbondo mengundurkan diri dalam waktu 7x24 jam.

SDM kepolisian juga harus diperbaiki. Kapolisian harus mellek UU, karena kepolisian telah dianggap buta UU," tegas Amier Hardi, aktivis PMII Situbondo.

Menanggapi aksi PMII tersebut, Kapolres Situbondo AKBP Erthel Stephan mengatakan, langkah anggotanya mendatangi Sekretariat PMII menjelang kedatangan Presiden SBY ke Situbondo lalu, sebenarnya langkah persuasif, bukan penggerebekan. Saat itu anggota Patroli Polres Situbondo mendatangi Sekretariat PMII Situbondo dalam rangka cek TKP, setelah menerima laporan dari warga terkait banyaknya orang berkumpul di lokasi tersebut.

"Tapi kalau bersikukuh dengan pendapat masing-masing, yang jelas tidak akan ketemu. Yang jelas kami terima sikap mereka," papar Kapolres AKBP Erthel Stephan kepada detikcom lewat ponselnya.

(fat/fat)
Berita Terkait