Dari pantauan detikcom, beragam cara dilakukan mahasiswa dari HMI cabang Malang, Ampera dan BEM Universitas Brawijaya menyuarakan aspirasinya. Seperti membawa poster dan berorasi secara bergantian.
"Pendidikan Indonesia telah mati," kata koordinator aksi Novade Purwadi dari BEM Universitas Brawijaya, Kamis (2/5/2013).
Kecaman mahalnya dan praktek komersialisasi di dunia pendidikan terus diteriakkan mahasiswa selama aksi. "Mahalnya pendidikan tak sesuai dengan amanat undang-undang dasar 45," teriak mahasiswa.
Pendemo juga menuding Kota Malang tak layak menjadi kota pendidikan. Sebab, di kota ini pendidikan belum pro kepada rakyat. "Layakkah Malang jadi kota pendidikan," ucap mahasiswa.
Aksi mahasiswa ini sempat menutup akses Jalan depan Kantor Diknas Pendidikan Kota Malang. Namun tak berlangsung lama aparat kepolisian mengawal aksi meminta pendemo tidak menganggu fasilitas umum.
"Tolong jangan tutup jalan, banyak masyarakat yang ingin lewat," kata polisi dari alat pengeras suara.
(fat/fat)











































