Menariknya, santunan dan bingkisan sembako tersebut hasil urunan atau iuran sukarela 1.000 orang buruh, dan pastisipasi beberapa perusahaan di Gresik.
Menurut Haji Tohir, santunan dan bingkisan semboko itu diberikan kepada sekitar 300 orang anak yatim piatu dari tiga desa. Di antaranya Desa Tlogo Pojok, Kroman dan Lumpur, Kecamatan Gresik Kota.
"Ya, dari pada menggelar arak-arakan demo, capek mengeluarkan biaya banyak, lebih baik kita menyantuni anak yatim piatu, lebih bermanfaat. Peringatan hari buruh sedunia dengan menyantuni anak yatim ini, baru pertama kali kita gelar," ungkap H Tohir, Ketua Paguyuban perusahaan pengerah jasa buruh (PPJB) kepada wartawan, Rabu (1/5/2013)
Menurut H Tohir, saat ini Serikat Pekerja Independen (SPI) Gresik, ada sekitar 7 ribu orang. Namun yang ikut berpatisipasi memberi santunan hanya 1.000 orang.
"Ini kan sifatnya mendadak sekali, jadi wajar kalau semua tidak bisa bergabung. Tapi tidak masalah, semoga niat baik ini kedepan lebih baik lagi," tambah pria asal Madura tersebut.
(bdh/bdh)











































