Di taman budaya milik Pemprov Jatim itu, buruh berorasi dan menyuarakan tuntutannya. Selain dihadiri puluhan ribu buruh, peringatan May Day di Candra Wilwatikta juga menghadirkan seluruh anggota muspida, termasuk pihak Disnakertransos.
"Selamatkan buruh dari PHK dan ketidakadilan! outsourcing haram di Pasuruan!," teriak buruh saat berorasi. Teriakan itu disambut yel-yel 'hidup buruh' dari puluhan ribu yang hadir.
Buruh yang hadir dalam dalam acara tersebut merupakan perwakilan dari 7 serikat pekerja diantaranya SPSI, SP TSK, SP LEB, Sarbumusi, SBSI, SP KHUT dan lain-lain.
"Aksi ini diikuti buruh dari 1.500 perusahaan yang ada di Kabupaten Pasuruan, seperti Beji, Pandaan, Gempol dan PIER," kata Suryono Pane, koordinator aksi.
Kepala Disnakertransos Kabupaten Pasuruan, Yoyok Heri Sucipto yang hadir di lokasi menyatakan dukungannya pada perjuangan buruh.
"Kalau biasanya buruh mendatangi kita, dengan acara ini kita yang mendatangi dan mendengarkan keluhan buruh. Ini lebih konstruktif daripada berdemo di jalan raya," kata Yoyok.
Hingga pukul 11.30 Wib, buruh masih berada di lokasi. Selain berorasi, buruh juga dihibur dengan pertunjukan orkes melayu. Ratusan hadiah undian juga dibagikan dalam acara tersebut, seperti paket umroh, motor dan lain.
(fat/fat)











































